Jokowi Yakinkan Indonesia Mampu Jadi Pemimpin Asia-Afrika

Presiden Joko Widodo (ANTARA/Panca Syurkani)

TRANSFORMASINEWS, JAKARTA – Konferensi Asia-Afrika 2015 meningkatkan kembali semangat persatuan yang selama 60 tahun ini terjalin. Dalam forum ini, isu kemiskinan, aksi terorisme, peperangan antar negara hingga kemerdekaan Palestina menjadi pembahasan utama. Asia-Afrika yang selama ini dinilai menjadi negara ketiga berupaya menyejajarkan diri menjadi bangsa yang maju.

Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan menyatakan penolakannya dominasi suatu negara memengaruhi negara lain. “Cita-cita bersama untuk terciptanya tatanan dunia yang baru. Ketidakadilan dan ketidakseimbangan global jelas-jelas terpampang di hadapan,” kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Rabu (22/4).

Dalam pidatonya di hadapan 29 pemimpin dan perwakilan negara Asia-Afrika, Jokowi menyatakan Indonesia sanggup menjadi pemimpin perubahan tatanan global tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki kemampuan dari sumber daya alam dan manusia yang dapat diandalkan.

“Dan Indonesia sebagai negara muslim terbesar, dan negara demokrasi terbesar ketiga siap memainkan peran global sebagai kekuatan yang positif. Indonesia siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut,” kata Jokowi.

Ia juga menambahkan Indonesia pada pemerintahannya fokus memanfaatkan potensi sumber daya lautnya. Ia menyatakan Indonesia dapat menjadi jembatan Asia-Afrika. “Indonesia akan bekerja menjadi jembatan maritim yang menghubungkan kedua benua,” kata Jokowi.

Jokowi menekankan tiga poin penting yang harus ditingkatkan hubungan antara Asia-Afrika yaitu menciptakan kesejahteraan masyarakatnya, meningkatkan solidaritas sesama Asia-Afrika dan menjaga kestabilan kedua wilayah tersebut. “Asia-Afrika harus berdiri sejajar sama tinggi dengan negara maju lainnya. Ini bisa dilakukan dengan membumikan semangat Bandung. Nyatakan penolakan ISIS, lindungi hak-hak rakyat, perangi narkoba dan selesaikan pertikaian dalam negeri,” kata Jokowi.

SUMBER:GATRAnews/AR