Presiden Jokowi Bakal Inspeksi Persiapan KAA

Presiden Jokowi Bakal Inspeksi Persiapan KAA

 Petugas memasang bendera negara-negara peserta KAA saat inspeksi oleh Kepala Staf Kepresidenan, Luhut Binsar Panjaitan, di ruang sidang utama Gedung Merdeka, Bandung, 1 April 2015. Puncak peringatan 60 tahun KAA akan digelar di Bandung pada 24 April mendatang. TEMPO/Prima Mulia

TRANSFORMASINEWS, BANDUNG, – Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo akan memimpin sendiri inspeksi terakhir persiapan peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA). “Presiden akan menginspeksi, final cek persiapan ini semua,” katanya selepas gladi kotor penyelenggaraan konferensi itu di Bandung, Rabu, 1 April 2015.

Luhut mengatakan Presiden akan melihat persiapan itu saat gladi bersih pelaksanaan KAA. Gladi bersih pelaksanaan konferensi di Jakarta akan digelar pada 16 April 2015, sementara di Bandung akan dipilih antara 17 April atau 18 April 2015.

Dia mengklaim puas dengan persiapan penyelenggaraan rangkaian peringatan KAA di Bandung. “Kami bandingkan dengan tiga minggu lalu, perubahannya sangat signifikan. Saya lihat 95 persen gedung selesai,” kata Luhut.

Luhut bersama sejumlah menteri dan pejabat pemerintah, TNI, dan Polri menyusuri rute yang akan dilalui peserta KAA nanti pada 24 April 2015. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Ahmad Heryawan, Wali Kota Ridwan Kamil, serta Guruh Sukarnoputra.

Sejauh ini, kata Luhut, dari 109 negara, baru 35 yang merespons undangan pemerintah Indonesia. Dari jumlah itu, 20 negara akan mendatangkan presidennya, 8 negara akan mendatangkan perdana menterinya, dan 7 negara sudah merespons tapi belum memastikan kedatangannya.

Luhut menilai persiapan KAA di Bandung berjalan sesuai rencana. Sejak Februari 2015, Pemerintah Kota Bandung mengerjakan sejumlah proyek perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan jalan, penambahan jembatan, perbaikan Masjid Agung Bandung, dan perbaikan Gedung Merdeka.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan pengerjaan infrastruktur dalam menyambut KAA sudah 85 persen. Menurut dia, 15 persen sisanya akan diselesaikan dua pekan lagi. Untuk mengerjakan banyak proyek dalam waktu yang singkat, Emil—sapaan akrab Ridwan—menggunakan jasa sepuluh kontraktor sekaligus.

“Pokoknya sudah saya umumkan bahwa kontraktor harus berkumpul di Balai Kota pada 15 April 2015,” ujar Emil. Dua pekan lagi, sepuluh kontraktor itu mesti melaporkan hasil pekerjaan mereka.

Konferensi Asia-Afrika Akan Diliput Seribu Jurnalis
  Foto Bung Karno karya Inen Rusnan, fotografer Konferensi Asia Afrika sekaligus saksi sejarah dinamika perkembangan Kota Bandung sejak tahun 1950an, dipamerkan di Gedung Indonesia Menggugat di Bandung (6/6). Pameran tersebut juga untuk memperingati haul Bung Karno ke 113. TEMPO/Prima Mulia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pendaftaran bagi jurnalis yang hendak meliput gelaran 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika sudah ditutup. “Saat ini yang sudah mendaftar ada 1.300 wartawan dari dalam dan luar negeri,” katanya di Bandung, Kamis, 1 April 2015.

Rudiantara mengatakan panitia berencana menyisir jurnalis yang akan meliput KAA dengan alasan kapasitas media center. Dia mencontohkan, di Jakarta, media center akan ditempatkan di Jakarta Convention Center yang kapasitasnya hanya seribu orang. “Pertengahan April ini kita akan bicara dengan media-media di Jakarta bagaimana pengaturannya,” ujarnya.

Lokasi media center juga dipersiapkan panitia KAA di Bandung. Tiga lokasi dipilih menjadi titik kumpul jurnalis peliput perhelatan rangkaian KAA di Bandung, yakni di gedung New Majestic, Kimia Farma, serta Hotel Ibis di Braga.

Menurut Rudiantara, kementeriannya juga akan menyediakan sejumlah fasilitas untuk kepentingan pewarta. Salah satunya fasilitas Internet broadband. Di Bandung, misalnya, sepanjang rute historical walk kepala negara dari Hotel Savoy Homan hingga Gedung Merdeka, akan disediakan jaringan Internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps. “Beberapa penyelenggara (ISP) berpartisipasi,” katanya.

Saat gladi kotor KAA di Bandung, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan, yang menjadi penanggung jawab persiapan konferensi itu, sempat bertanya rinci soal tempat yang dipersiapkan bagi jurnalis foto dan televisi untuk mengabadikan historical walk para tamu negara peserta KAA.

Sejumlah tempat sempat ditimbang menjadi lokasi jurnalis foto dan televisi di sepanjang Jalan Asia-Afrika. Di antaranya membuat panggung di trotoar seberang persis di pintu masuk Gedung Asia-Afrika hingga jembatan penyeberangan yang tengah direnovasi di Jalan Asia-Afrika. “Harus diatur betul supaya betul-betul ter-cover dengan baik,” kata Luhut.

Sumber:TEMPO.CO/AR