ANTARA
TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. PEMERINTAH berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pertanian di Tanah Air. Tidak hanya dengan melakukan perluasan lahan atau cetak sawah baru, terobosan lain juga dilakukan yakni dengan mengembangkan mekanisasi pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan mekanisasi adalah kunci untuk mengangkat sektor agrikultur nasional lebih tinggi lagi.
Tidak tanggung-tanggung, kementerian Pertanian (Kementan) pun berjanji akan terus menggelontorkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) seperti combine harvester, rice transplanter, pompa air kepada para petani. Pada tahun depan, ditargetkan setidaknya 100 ribu alsintan diberikan secara gratis.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan, bersama para ahli, peneliti dan akademisi melakukan berbagai percobaan untuk menciptakan alsintan-alsintan baru yang dapat membuat proses bertani lebih efektif dan efisien dan selanjutnya diberikan kepada para petani.
Hasilnya, 24 alsintan baru tercipta pada tahun ini. Beberapa di antaranya ialah mesin otomatisasi perbenihan modern, penghancur tanah, pencampur tanah, penabur tanah, penggulud, pemasang mulsa, alat tanam, smart green house, alat panen, sterilisasi ozon, in-store controlled room (penyimpan), pengemas benih dan pompa hybrid.
Amran menyebutkan, jika mekanisasi dimanfaatkan dengan tepat, produksi yang dihasilkan pasti akan lebih besar. Untuk komoditas padi, lanjutnya, dengan penggunaan teknologi, produksi yang rata-rata saat ini 5 ton per hektare (ha) bisa ditingkatkan hingga 10% dan potensi kehilangan panen yang kini masih di kisaran 15% bisa ditekan hingga 10%.
“Waktu yang dibutuhkan juga lebih cepat. Dulu, secara manual, panen padi satu ha itu butuh waktu 25 hari, sekarang degnan combine harvester hanya butuh tiga jam. Biaya untuk proses panen juga bisa ditekan dari Rp.2 juta per ha menjadi Rp.1 juta per ha.
Itu bisa hemat sampai 45%,” ujar Amran dalam acara Peluncuran Mekanisasi Modern Hortikultura di Balai Besar Pengembanan Mekanisasi Pertanian, Banten, Kamis (24/8).
Amran menegaskan mekanisasi pertanian adalah komponen yang paling penting untuk mendorong proses pertanian ke level yang lebih tinggi sehingga target swasembada pangan dan menjadi lumbung pangan dunia tidak lagi mustahil.
“Yang bisa mengubah pertanian adalah mekanisasi. Kejayaan pertanian ada di tangan penelitian dan pengembangan teknologi,” tegasnya.
Melihat begitu besarnya peran para peneliti, pemerintah pun tidak segan untuk mengganjarkan royalti kepada para penemu alsintan. Amran menyebutkan pemerintah telah memberikan royalti minimal Rp.3,5 miliar untuk para peneliti atas teknologi dan inovasi yang mereka hasilkan dan membawa perubahan signifikan terhadap pembangunan pertanian modern.
“Dua tahun lalu, peneliti pasrah seakan tidak punya masa depan. Padahal mereka sudah menghasilkan teknologi luar biasa tetapi kurang mendapatkan perhatian yang laik. Karena itu, kami menyurati Menteri Keuangan. Kami minta para peneliti diberikan royalti. Hasilnya mereka dapat Rp.3,5 miliar. Kami pun mengusahakan agar itu bisa dinaikkan,” ungkapnya.
Sumber: Mediaindonesia.com (OL-6)
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi