TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Pengadaan mesin generator pembangkit listrik (Genset) yang menjadi cadangan listrik untuk kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah kota (Pemkot) Palembang yang sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk tahun 2014, hingga kini belum jelas.
Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Palembang, juga mempertanyakan genset yang dianggarkan sebesar Rp 3 miliar dan telah dinyatakan selesai lelang pada Agustus 2014 lalu.
“Masalah genset untuk menunjang kebutuhan di pelayanan di kantor walikota Palembang tersebut dianggarkan pada APBD Induk lalu, dan sudah disetujui DPRD. Kita juga tidak tau, kenapa barangnya hingga kini belum ada. Padahal proses lelang sudah selesai Agustus kemarin,” ujar Wakil ketua DPRD kota Palembang M. Adiansyah , Senin (10/11).
Mengenai dengan laporan tersebut, pihaknya berencana akan segera memanggil instansi terkait. Apalagi, ini sudah menjelang akhir tutup buku anggaran 2014.
“Dewan berharap, hal-hal seperti ini harua diperhatikan, sehingga tidak menimbulkan fitnah. Apalagi dari yang saya dengar, seringnya pemadaman listrik beberapa waktu lalu, menyebabkan pelayanan publik di kantor Setda Pemkot Palembang jadi terganggu. Bagaimana jika kondisi kemarin sedang ada tamu, yang pasti kan Pemkot Palembang dan masyarakatnya akan malu,” imbuhnya.
Tekait dengan pengadaan genset yang hingga kini tak kunjung ada, Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Pemkot Palembang Raimon Lauri, terus menghindari kejaran wartawan yang hendak mengkonfirmasi masalah pengadaan genset tersebut.
Padahal, pernah disampaikan Kasubag Perlengkapan Bagian Aset dan Perlengkapan Setda Kota Palembang Surakhman, informasi mengenai penyedia alat generator pembangkit listrik (Genset) tersbut, dilakukan oleh Bagian Umum Setda Palembang. Bahkan, dirinya juga mengakui, jika lelang pengadaan genset telah selesai pada awal Agustus 2014 kemarin.
“Alat tersebut dipesan dari Surabaya, mangkanya, pengirimannya cukup lama. Untuk pagu anggaranya Rp 3 miliar, dan lelang dimenangkan oleh PT Fiztra Fortuna dengan penawaran Rp 2,4 miliar,” jawabnya beberapa waktu lalu.
Untuk spesifikasi genset sendiri, Surakhman mengaku tidak mengetahui secara persis jenis dan merk genset tersebut. Hanya saja untuk kapasitasnya sebesar 850 KPA.
“Detilnya yang tahu pada bagian umum. Kami hanya penyelenggara lelang saja. Mudah-mudahan alatnya akan segera datang. Kapasitasnya 850 KVA, sangat besar dan bisa mengcover seluruh kantor Pemkot ini,” tandasnya.
b Sumber: [rmol]