
TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. .Adanya penggelapan dana pada pengadaan dan lelang Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) yang dilakukan oleh AS yang merupakan karyawan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J berpengaruh terhadap rencana pengembangan jaringan gas di Kota Palembang.
Hal ini dikatakan Manager Gas Kota PT SP2J Indra Kusnadi, kepada wartawan, Rabu (17/).
AS selaku ketua panitia pengadaan dan lelang PLTMG, sehingga proses tender mengalami hambatan.
“Sejak AS ditahan oleh pihak kejaksaan, kontrak lama kita tarik, dan kita harus melakukan tender baru, yang akan dilakukan panitia baru, dibantu konsultan yang ditunjuk, untuk mengurus proses tender setelah ditentukan siapa pengganti AS untuk mengurus proses tender. Diperkirakan, proses tender sendiri, akan selesai sebelum akhir tahun ini,” ujarnya.
“Mau tidak mau, harus segera melaksanakan. Sebab, untuk dananya sudah dicairkan sebesar Rp 3,2 Miliar yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2014,” jelasnya.
Indra menyebutkan, tender pengembangan jaringan gas ini hanya untuk di wilayah Kancil Putih Kecamatan Ilir Barat I. Sebelumnya, seharusnya di tiga wilayah, diantaranya di wilayah Kasnariansyah Kecamatan Ilir Timur I dan Mandi Api Kecamatan Alang-Alang Lebar.
“Dari data yang dimiliki, ada 700 rumah tangga yang siap mendaftar di kawasan Kancil Putih untuk dipasangkan jaringan gas di masing-masing rumah di kawasan tersebut,” ulasnya.
“Sebelumnya dana yang dianggarkan untuk ketiga kawasan awalnya sebesar Rp 6,6 Miliar, karena masalah yang terjadi saat ini, membuat kita harus melakukan kembali perencanaan. Mudah-mudahan, di tahun 2015 ini, pengembangan jaringan gas ini dapat kita lakukan,” tandasnya.
Sumber: [rmol]
