|
GENSET DI RUMAH SAKIT HERMINA/RMOLSUMSEL |
|
TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Diduga adanya kelalaian pihak Rumah Sakit Hermina, seorang pasien yang akan menjalankan operasi caesar dirumah sakit tersebut, hampir terenggut nyawanya, karena gagal melaksanakan operasi yang diakibatkan pemadaman listrik, dan tidak mampu diatasi RS yang terletak di Jalan Basuki Rahmat Palembang.
Mutia, pasien yang sudah dijadwalkan menjalankan operasi caesar dan sudah berada di ruang bedah RS Hermina pada hari Selasa (5/5) pukul 17.30 harus dipindahkan keluarganya RS lain, karena pelayanan RS Hermina, yang hampir menyebabkan gagalnya proses operasi caesar.
Samiun, Paman dari Mutia mengungkapkan, apa yang terjadi di RS Hermina, menyebabkan keponakannya harus dipindahkan ke RS lain, untuk menjalankan operasi caesar yang gagal dilaksanakan, karena keteledoran pihak RS.
Posisi Mutia pada pukul 17.30 WIB yang sudah berada di ruang bedah dan siap dioperasi, tidak jadi dioperasi karena listrik di RS Hermina yang padam, tidak mampu diatasi dengan tenaga listrik cadangan yang dimiliki RS tersebut.
“Kami terpaksa harus memindahkan keponakan kami ke RS lain, karena RS Hermina, tidak mampu melanjutkan proses operasi yang akan dilaksanakan karena, Dokter tidak berani akibat listrik padam,” jelasnya.
Kepada wartawan, (7/5), Samiun mengutarakan kekecewaan kepada RS Hermina yang nyaris merenggut nyawa keponakannya yang gagal menjalankan proses operasi caesar.
Alasan RS Hermina yang mengatakan jika terjadi kesalahan teknis pada mesin cadangan listrik karena batre/aki soak. Bukanlah sebuah alasan untuk RS sebesar itu. Padahal, sesaui jadwal dan janji, manajement harus memperhatikan segala kebutuhan. Apalagi pasien akan melakukan operasi.
“RS sebesar RS Hermina, tidak memiliki cadangan listrik yang memadai. Padahal, sudah sepatutnya RS tersebut harus menyediakan semua kebutuhan sesuai Standar Operation System (SOP) sebuah RS. Apalagi ini menyangkut nyawa seseorang. Apalagi pasien sudah menyetorkan Rp 20 juta kepada pihak RS sebagai adiministrasi agar pelaksanaan operasi berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi atas kejadian tersebut, Direktur RS Hermina dr. Suryanti Gunadi melalui Wakil Direktur (Wadir) I, dr. Eva, mengatakan, pihaknya mengakui jika gagalnya operasi merupakan kesalahan teknis dari pihak RS Hermina. Namun, itu semua bukanlah keinginan maupun kesengajaan yang dilakukan pihaknya.
Karena saat pemadaman listrik terjadi, sambung dr. Eva, tidak ada pemberitahuan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), saat tim Dokter yang akan melakukan operasi terhadap pasien yang bernama Mutia. Keadaan memang diperparah genset yang dimiliki, batre/aki nya rusak.
“Kami tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Apa yang terjadi merupakan pelajaran untuk manajement agar lebih baik lagi,” jelasnya.
Ditanya soal permaslahan lain pada jaringan listrik cadangan dan kapasitas genset, dr Eva tidak dapat memberikan keterangan dengan alasan sudah ada bagian teknis di RS yang membidangi.
“Kami tidak tau secara persis, yang jelas permasalahannya hanya pada batre/aki nya saja. Untuk masalah lain, sepertinya tidak ada, karena setiap satu minggu sekali, pihak teknis selalu memeriksa keadaan genset. Tapi kemarin mungkin lagi sial saja,” ulasnya.
Atas kejadian ini, dr. Eva atas nama RS Hermina hanya dapat mengucapkan permintaan maaf kepada pasien dan keluarga.
“Kami sudah meminta maaf dengan pasien dan keluarganya. Atas kejadian ini, kedepan RS Hermina akan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” tandasnya.
SUMBER:[RMOL/AR]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi