
TRANSFORMASINEWS,PALEMBANG-Ratusan karyawan Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi hari ini, Rabu (1/10) di depan kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Menanggapi hal ini, Asisten III Bidang Ekonomi, Administrasi dan Keuangan Pemkot Palembang M Hoyin Rizmu mengatakan, apa yang menjadi tuntutan karyawan Transmusi terkait dengan belum dibayarnya gaji dan perbaikan unit bus Transmusi, sudah dialokasikan oleh Pemkot Palembang.
“Sudah kita ajukan sekitar Jumat (26/9) yang lalu. Jika sudah disetujui provinsi, maka akan langsung direalisasikan,” ujarnya.
Hoyin menerangkan, apa yang menjadi tuntutan karyawan sebenarnya sudah diupayakan saat penyertaan modal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Palembang.Penyertaan modal yang akan diberikan sekitar Rp 60 miliar tersebut, sekitar 50 persennya untuk pembayaran gaji karyawan Transmusi dan perbaikan operasionalnya.
“Mudah-mudahan, dalam waktu 14 hari kerja, pihak Pemprov dapat segera menyetuju hal tersebut,” jelasnya kepada media, Rabu (1/10).
Sementara itu, Koordinasi Aksi (Korak) Juliansyah mengatakan, kedatangan pengunjuk rasa ingin meminta kejelasan pada Pemkot Palembang, selaku induk dari PT SP2J yang memanajemen Bus Transmusi
“Kami datang kesini meminta hak kami, sudah 3 bulan gajj kami tidak dibayar pihak manajement,” ungkapnya.
Ditambahkan Juliansyah, jika memang pihak manajemen tidak sanggup lagi menggaji karyawannya, tutup saja Transmusi, dan PHK saja karyawan..
“Untuk apa piala Wahana Tata Nugraha (WTN) diraih, jika karyawan yang menjadi andalan kelayakan transportasi Kota Palembang, menjerit tidak bisa makan,” tandasnya.
Terpisah Direktur Utama (Dirut) PT SP2J Marwan Hasmen, ketika dihubungi via telpon, enggan mengomentari aksi yang dilakukan karyawannya.
“No Comment, itu urusan mereka,” pungkasnya.
sumber:(rmolsumsel)