Selangkah Lagi Rusdi Tahar Jadi Tersangka

 

thumb_614677_12302121062014_rusdi_tahar_fbTRANSFORMASINEWS.COM-PALEMBANG, Tinggal menunggu waktu Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Rusdi Tahar akan menyandang status tersangka. Angota DPRD Sumsel itu ternacam terkena tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau money laundering.

Rusdi dilaporkan dosen Kopertis Wilayah I yang mengajar di salah satu perguruan tinggi Jakarta, Safiudin ke Polda Metro Jaya, Selasa (17/6) lalu, lantaran dianggap telah menyelewengkan uang sebesar itu untuk kepentingan memenangkan beberapa nama calon legislatif (Caleg) pada pemilihan legislatif (Pileg) yang dianggap masuk dalam lingkaran kehidupan pribadi dan Caleg DPR RI yang telah terpilih.

Dimana seharusnya, uang tersebut dipergunakan untuk menghidupkan mesin PAN di Kabupaten OI dan biaya operasional 40 orang Caleg yang berada di Dapil Sumsel II. Kuasa hukum Safiudin, Erick Filemon Sibuea, terus berjalan dengan meminta keterangan para saksi dari DPP PAN.

Dengan bukti yang dihadirkan berupa bukti transfer uang korban kepada Rusdi Tahar dan beberapa nomor rekening atas nama orang lain atas perintahnya, pihaknya yakin selangkah lagi Rusdi Tahar segera menyandang status tersangka.

“Kami di sini tinggal menghadirkan bukti bank dan pemanggilan pihak DPP PAN. Setelah itu, kami berharap terlapor Rusdi Tahar akan menyandang status tersangka,” kata Erick Filemon Sibuea, Sabtu (21/6).

Pelapor sendiri akan mengarahkan kasus ini menjadi sebagai kasus penipuan dan pencucian uang. Dari keterangan saksi dan apa yang dirasakan, uang yang ia berikan sama sekali tidak terealisasikan secara maksimal dengan modus penerimaan uang bantuan dengan meminta pengiriman ke beberapa nomor rekening, bukan milik pelaku.

Bahkan hingga saat ini pun ia tidak mengetahui jumlah suaranya di Daerah Pemilihan OI dan tidak menerima laporan apapun terkait dikemanakan saja uang bantuan dirinya itu diberikan.

“Ini kami duga dilakukan secara rapi atau struktural. Karena melihat dari hasil Pileg, Caleg yang terpilih semuanya merupakan keluarga dan orang terdekat dari Rusdi Tahar. Bahkan, saya dibuat mengikuti skenario pelaku agar percaya saya benar benar dibantu untuk juga dapat terpilih di pencalegkan lalu,” terang Safiudin

Sementara itu Rusdi Tahar masih memilih bungkam ketika dimintai klarifikasi Rusdi yang beberapa kali coba dihubungi selalu mengabaikan panggilan bahkan melalui Short Message Service (SMS) yang ditujukan kepadanya tidak mendapat tanggapan. (rmol)