Massa 11 Parpol di OKU Duduki Kantor PPK Buay Madang

detikNewsArsip Jumat, 16/04/2004 16:19 WIB– detikNews

Palembang – Reaksi partai politik terhadap Pemilu 2004 terus berlanjut di Sumatera Selatan. Di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, misalnya sudah tiga hari ratusan massa dari 11 parpol menduduki sekretariat PPK Kecamatan Buaymadang dan mengganti gembok gudang penyimpanan surat suara. Ke-11 Parpol yang menolak hasil penghitungan suara tersebut adalah PBR, PPDI, PKPB, Pelopor, PBSD, PNBK, PD, PBB, Patriot Pancasila, PKS dan Golkar.

Aksi menduduki gudang penyimpanan surat suara yang sudah diganti gemboknya oleh massa ini sudah berlangsung dua hari, aksi ini akan terus berlanjut sampai tuntutan dipenuhi. Aksi ini dijaga puluhan aparat polisi, dan tidak terjadi tindakan anarkis selama pendudukan.

Koordinator aksi Amrizal Aroni kepada pers, Jumat (16/4/2004) menyatakan, hal ini terpaksa mereka lakukan karena sudah beberapa hari tuntutan mereka kepada PPK dan KPU tidak direspons sama sekali. Menurut Amrizal, yang mewakili Partai Bintang Reformasi (PBR), Ketua PPK Mukrom dan anggotanya menghilang dan tidak datang ke PPK walaupun sudah dicari.

Menurut Amrizal, mereka tetap menuntut PPK menghitung ulang hasil pemilu 5 April 2004 lalu. “Bila pada waktu penghitungan ulang nanti ditemukan penyimpangan, maka penghitungan harus dihentikan dan diadakan pemilihan ulang,” katanya.

Dijelaskan Amrizal Aroni, pada hari Rabu (14/4/2004) sekitar pukul 10.00 WIB, sekitar 30 orang dari 11 Parpol di Kecamatan Buaymadang OKU Timur mendatangi Sekretariat PPK Kecamatan Buaymadang.

Sampai di tempat tujuan utusan 11 Parpol ini tidak bertemu dengan Ketua PPK Mukrom dan anggota PPK lainnya. Massa dari 11 Parpol ini hanya bertemu Camat Buaymadang Harmoni Suhendra.

Menanggapi aksi tersebut Ketua KPU OKU Dewantara Jaya PS kepada wartawan mengatakan untuk sementara penghitungan ulang surat suara tidak bisa dilakukan. Masalah tuntutan 11 Parpol di Buaymadang diserahkan ke PPK setempat.

Sedangkan Ketua Panwaslu OKU Jonet Effendi menyarankan agar 11 Parpol melaporkan secara tertulis dugaan pelanggaran ini ke Panwaslu Kecamatan.

Menurut Ketua Panwaslu, bila terbukti pengaduan ini akan diteruskan ke pihak berwenang. Buka Gudang Karena tidak bertemu dengan PPK, akhirnya utusan 11 Parpol ini menelepon Ketua KPU OKU dan Ketua KPU OKU mengatakan akan datang ke PPK Buaymadang, Namun hingga pukul 15.00 WIB sore (15/4/2004) Ketua KPU tidak datang juga.

Lantas, ada telepon dari sekretariat KPU di Baturaja bahwa ketua KPU tidak bisa datang karena sedang pergi ke Semidangaji. Akhirnya mereka sepakat dengan disaksikan oleh Camat Buaymadang, Kapolsek beserta anggota serta anggota Panwaslu Kecamatan Buaymadang, membuka gudang tempat menyimpan surat suara hasil pemilu.

Setelah gudang terbuka massa 11 Parpol ini menemukan banyak kejanggalan pada kotak-kotak suara hasil pemilu antara lain, banyak kotak suara yang rusak segelnya seperti kotak TPS 3 Rejodadi, TPS 6 dan TPS 9 Tebatjaya, TPS 6 Sumberagung dan TPS 1 Karangtengah. Kemudian ada kotak suara yang tidak ada gembok hanya diikat dengan tali rafia dan ada juga 9 kotak suara tanpa segel yang sudah dipisahkan agak jauh dari yang lain.

Meskipun membuka gudang, namun menurut Amrizal, mereka tidak menyentuh kotak-kotak tersebut. Kemudian gudang tersebut ditutup kembali. Gembok kemudian diganti oleh utusan 11 Paprol dan kuncinya mereka simpan dan di luar gudang ditugaskan beberapa utusan untuk berjaga-jaga dan di bawah pengawasan aparat setempat.

Selain itu menurut Amrizal, pada waktu penyerahan berkas dari tiap PPS ke PPK tidak dilengkapi berita acara, pihaknya lalu menanyakan ke salah seorang Staf PPK bernama Suyanto. Suyanto yang juga petugas penerima berkas dari PPS mengakui saat penyerahan berkas memang tidak ada berita acara. Amrizal menilai hal ini rawan terhadap upaya mengubah hasil rekap suara.

Dijelaskan koordinator aksi ini, pihaknya juga sudah menanyakan soal tidak adanya berita acara pada saat penyerahan rekap hasil perolehan suara kepada Ketua PPK Buaymadang bernama Mukrom. Ketua PPK Buaymadang mengakui tidak melengkapi berita acara dengan alasan kesibukan di sekretariat PPK. Ketua PPK juga mengakui di Buaymadang kurang sosialisasi masalah pemilu dan tidak ada pembekalan karena tidak ada dana.

Menurut Amrizal, hal inilah yang menyebabkan banyak terjadi kesalahan pada waktu pengisian tabulasi rekap suara hasil pemilu. Hari itu juga 5 orang diutus untuk menemui anggota KPU di Baturaja. Dikatakan Amrizal, sesampainya di KPU, mereka bertemu tiga anggota KPU yang menyarankan mereka untuk ke Panwaslu.

Menurut Amrizal, aksi mereka ini dilakukan karena banyak sekali kejanggalan-kejanggalan pada waktu pemilu dan pasca pemilu. Antara lain, saat penghitungan suara di Kabupaten OKU Timur, listrik padam antara pukul 18.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. Penghitungan dilakukan di rumah warga dengan penerangan sangat minim dan banyak saksi sedang tidak ada di tempat untuk makan malam.

Kemudian ada surat suara yang sudah dicoblos terlebih dahulu oleh oknum seperti di Dusun Lelesari Desa Tanjungmas. Ada juga surat suara yang sudah ditandatangani KPPS dari rumah. (asy/)

Leave a Reply

Your email address will not be published.