Ribuan Petani Sumatra Selatan Tuntut Kenaikan Harga Beras

Arsip ,19 Mei 2003 logoti

 

TEMPO Interaktif, Palembang:Sekitar 2.000 petani dari tiga Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sumatra Selatan, Senin (19/9) siang. Para petani memprotes terus merosotnya harga gabah dan beras yang merugikan mereka.

 

Para petani dari Kecamatan Belitang, Buaymadang, dan Cempaka itu datang ke gedung Dewan dengan mengendarai 42 bus berukuran sedang dan beberapa truk. Sambil berteriak-teriak menyuarakan protes, mereka menggelar spanduk dan poster yang berisi keprihatinan.

 

Menurut koordinator aksi Hazairin Holidi, para petani meminta DPRD agar memperhatikan mereka dengan menaikkan harga beras di tingkat petani, sesuai dengan edaran Gubernur Sumatra Selatan. Dalam surat bernomor 521.1/0421/IV/2003 itu, Gubernur menetapkan harga beras di tingkat petani Rp 2.225-2.315 per kilogram, tapi kenyataannya petani di Sumatra Selatan hanya bisa menjual berasnya seharga Rp 1.400 per kilogram. “Padahal anak-anak bulan depan sudah mau sekolah dan tahun ajaran baru membutuhkan banyak biaya,” kata Hazairin.

 

Ketua Komisi Perekonomian DPRD Sumatra Selatan Ghofir Nasiruddin yang menemui demonstran mendesak Dolog daerah itu agar segera membuka kran pembelian padi atau beras dari petani dengan harga sesuai dengan patokan yang ditetapkan gubernur, minimal Rp 2.000 per kilogram. Untuk mencari jalan keluar, Ghofir mengatakan komisinya akan segera turun ke lapangan. “Kondisi ini tidak bisa dibiarkan dan perlu penanganan serius dari pemerintah karena menyangkut hak rakyat banyak.”

 

Amrizal Aroni, Ketua LSM Indonesia Madani yang mendampingi petani, mengungkapkan harga gabah di tingkat petani, baik gabah kering giling atau gabah kering panen, cukup murah sehingga petani merasa kesulitan. Menurut dia, harga gabah kering giling di daerahnya Rp 1.200 per kilogram, gabah kering panen Rp 800 per kilogram, sedang harga beras berkisar Rp 1.400 per kilogram. Rendahnya harga gabah dan beras itu tidak bisa menutup biaya yang dikeluarkan petani, apalagi harga pupuk kini mencapai Rp 75 ribu per sak (50 kilogram).

 

Hadelf Addis, Kepala Bidang Operasional Dolog Sumatra Selatan, mengatakan pihaknya akan membuka kran pembelian beras dan padi petani. Tapi, kata dia, beras yang akan dibeli adalah yang memenuhi standar seperti tingkat brokennya 15 persen, warnanya putih, dan kadar airnya rendah. (Arif Ardiansyah-Tempo News Room)

Leave a Reply

Your email address will not be published.