Arsip
Ketua LSM Indonesia Madani VS Ketua F-Demokrat Rosidan
Sumatera Ekpress-Ketua LSM Indonesia Madani (Indoman) Ir Amrizal Aroni, bersitegang dan nyaris adu jotos, dengan Ketua Fraksi Demokrat DPRD OKUT, Rosidan, di Kantor Sekretariat DPRD OKUT, kemarin. Merasa jiwanya terancam, Amrizal kemudian melaporkan Rosidan ke Polres OKUT. Diduga selisih paham itu buntut dari pengaduan Amrizal ke Polda Sumsel, yang melaporkan salah satu wakil ketua DPRD OKUT berinisial Gum, yang tak lain ketua DPC Demokrat OKUT, dalam kasus dugaan perjalanan fiktif.
Sementara menindaklanjuti laporan Amrizal yang merasa diancam, jajaran Polres OKUT langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres OKUT AKP FX Irwan Arianto SIk MH dan Kanit Resmob Ipda Fauzi Saleh SH. Sayangnya, Rosidan sudah tidak berada di kantornya. ”Saya mendapat laporan, ada LSM yang mendapat tekanan, atas laporannya terkait perjalanan fiktif Wakil Ketua DPRD OKUT Gum ke Polda Sumsel,” aku Irwan.
Irwan meminta kepada semua pihak yang melihat kronologis kejadian pengancaman seperti yang dilaporkan Amrizal, diharapkan dapat memberikan keterangan yang benar. “Saya tadi nanya sama salah satu anggota dewan, tapi terkesan tidak tahu. Kalau kejadian tersebut tidak ada sisi kriminalnya, kenapa Ketua LSM Indoman Amrizal lapor ke polres. Ya, kita akan tindak lanjuti kasus ini, kalau memang ada unsur pengancamannya,” tukas Irwan.
Salah satu anggota DPRD OKUT, Ropingi, membenarkan sempat terjadi ketegangan antara Rosidan dengan Amrizal. Namun, tidak sampai menjurus pada ketegangan fisik. “Kami saat melihat itu langsung melerainya. Intinya, kemungkinan itu hanya salah paham saja. Tapi yang jelas, kejadian itu berawal dari keinginan Amrizal hendak memberikan surat tembusan kepada
DPC Partai Demokrat, terkait laporannya yang menyangkut Gum,” ungkapnya.
Pada saat itu, Rosidan meminta agar Amrizal menyerahkan langsung laporan tersebut ke DPC Partai Demokrat OKUT, mulai terjadilah ketegangan tersebut. Terpisah, Rosidan yang merupakan ketua Fraksi Demokrat DPRD OKUT, ketika dikonfirmasi membantah dirinya melakukan tindakan pengancaman terhadap Ketua LSM Indoman, Amrizal Aroni. “Gak ada itu. Ya, gak etislah kalo saya yang mengantarkan surat itu ke DPC,” katanya.
Di bagian lain, Amrizal mengatakan dirinya telah melaporkan nada pengancaman yang disampaikan kepadanya. ”Dio (Rosidan) bilang kalo kau (Amrizal) jantan ayo keluar. Aku tahu rumah kau, aku dak takut datangi rumah kamu. Dio jugo sempet narik aku,” kata Amrizal. Sementara pengaduannya ke Polres OKUT, tercantum dalam laporan polisi bernomor LP-B/10/I/2010/SPK.
Terpisah, di Kota Palembang, sebanyak 15 ketua dan perwakilan dari Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat dari DPC Demokrat OKUT, kemarin datang ke kantor DPD Partai Demokrat Sumsel. Mereka menyampaikan mosi tidak percaya mereka terhadap kepemimpinan Gum, ketua DPC OKUT. Mereka diterima langsung Ketua DPD Demokrat Sumsel, A Djauhari.
”Kita menilai kinerja Gum kurang puas, padahal laporan tersebut sudah kita minta berkali-kali,” ujar Nurhadi, ketua DPAC Buay Madang Timur. Laporan yang dimaksudkannya adalah laporan pertanggungjawaban keuangan sejak 5 tahun Gum memimpin. Sementara Ketua DPAC Martapura, Anwar, mengatakan dana dari DPP tidak tahu larinya ke mana. “Tolong diaudit soal pengucuran dana tersebut,” pinta Anwar.
Anwar yang merupakan sesepuh Demokrat di Martapura, sempat mengancam bila Gum tidak diberhentikan secepatnya. Maka dia akan mengundurkan diri dari Partai Demokrat. “Demi Allah, saya memilih mundur bila Gum masih menjadi ketua DPC OKUT,” tegasnya. Selain mereka berdua yang hadir, juga ada dari DPAC Cempaka, Semendawai, Jayapura, Belitang II, Madang Suku I, Madang Suku II, Madang Suku III dan BP Peliung.
Dalam pertemuan itu, juga disinggung Gum yang tersangkut masalah SPJ fiktif sebesar Rp5.950.000. Menanggapi hal itu, A Djauhari selaku ketua DPD Partai Demokrat, mengatakan kasus yang melibatkan Gum harus ditangani dan diselesaikan dengan cepat. Sanksi yang akan diberikan bisa saja pemberhentian bila terbukti salah. ”Yang jelas harus ada investigasi terlebih dahulu, korda (koordinator daerah) yang akan melakukan investigasi, kemudian dilaporkan dan langsung dirapatkan. Keputusan melihat dari persoalan,” ujar Djauhari. Keputusan sendiri akan diberikan setelah dirinya kembali dari Riau dalam tugas dinasnya sebagai wakil ketua DPRD Sumsel.
Seperti diwartakan sebelumnya, Ketua LSM Insan Madani (Indoman), Ir Amrizal Aroni, melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan salah seorang wakil ketua DPRD OKUT, berinisial Gum ke Polda Sumsel. Gum tidak ikut studi banding ke Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada 2 hingga 6 November 2009 lalu, bersama anggota DPRD OKUT lainnya. Namun, dia mengambil uang perjalanan dinas itu selama lima hari, sebesar Rp4.590.000. Dan itu pun diakui Sekretaris Dewan (Sekwan) OKUT Drs Mahfuz Abbas Husain