Mantan Kades Tanjung Beringin OKI, Diduga Bantuan Alat Pertanian Dijual

unnamedTRANSFORMASINEWS.COM, KAYUAGUNG Mantan Kepala Desa Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan  yang berinisial SB diduga telah menjual alat-alat pertanian seperti handtracktor dan  mesin sedot yang diperuntukkan bagi para kelompok tani di desanya.

Informasi yang didapat dari nara sumber yang jati dirinya enggan disebutkan mengatakan bahwa diduga Kades SB tahun 2013 telah menjual 7 unit mesin sedot persawahan dan menjual juga mesin bajak persawahan (hand traktor) 7 unit.

Lalu, tahun 2015 menjual mesin sedot persawahan (pompa air) sebanyak 14 unit dan benih padi, pupuk Urea, NPK Organik cair yang kesemuanya dijual oleh Kades dan Sekdes Desa Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Lubuk.

Lebih lanjut wartawan  mengonfirmasi warga Desa Tanjung Beringin Sabtu (21/1) di salah satu rumah warga,dijelaskannya bahwa sejak Desa Tanjung Beringin dipimpin oleh mantan Kades SB, tampak Desa Tanjung Beringin sepertinya belum ada pembangunan yang meningkat dari sebelumnya.

‘’Bahkan hingga kini belum ada Kantor Desa Tanjung Beringin. Padahal saat Kades Sarjudin dan Ibnu Kasir yang merupakan kades sebelumnya masih ada kantor desa.

Tapi waktu SB menjabat Kades Tanjung Beringin mulai 2010—2016 hanya ada pembangunan jalan setapak dan  siring yang dikerjakan melalui dana desa. Sedangkan PAUD dan cetak sawah dilakukan oleh Pemerintah Daerah,’’ urai si warga.

Mengenai alat- alat pertanian handtraktor dan mesin sedot (pompa air, red) sepengetahuan si warga ada sama ketua kelompok tani.

‘’Ada delapan kelompok tani yang ada di Desa Tanjung Beringin dan handtraktor tersebut dipegang oleh masing-masing kelompok seperti, 1 unit handtraktor ada sama Syarifudin (sekdes yang sekarang menjabat sebagai Pjs Kades Tanung Beringin),.

Satu unit ada sama SB (mantan Kades Tj Beringin), 1 unit sama Ridhon (kaur pemerintahan), 1 unit ada di Indra Junai (Kadus 1), 1 unit ada pada Cahaya Efendi, 1 unit sama Sukri Mataram (Ketua BPD Tj Beringin), 1 unit sama Tobari, dan 1 unit sama Tamanudin.

Dari 8 unit handtraktor yang ada pada kelompok tersebut, hanya kelompok Tamanudin yang mengoperasikan alat handtraktor untuk pertanian di Desa Tanjung Beringin.

Lainnya tidak tahu entah kemana, yang jelas salah satu hand traktor tersebut ada yang dijual ke warga desa lain. Sebab, kalau memang alat-alat pertanian itu masih ada sekarang ada dimana, sepengetahuan saya hanya ada 1 unit hand traktor yang biasa digunakan oleh para petani di Dusun 1 Desa Tanjung Beringin yakni milik Poktan yang diketuai oleh Tamanudin, lainnya entah kemana.

Untuk pembagian benih padi setiap ada bantuan hanya dibantu 4 karung benih padi (1 karung = 5 Kg) untuk satu anggota Poktan padahal untuk satu hektar saja tidak cukup benih 20 Kg untuk lahan 1 hektarnya, apalagi 1 anggota poktan ada yang 2 hektare bahkan 4 hektar mana cukup.

Meskipun ada sisa benih padi atau pupuk itu dijual oleh Oknum mantan kades dengan kroninya ke warga desa lain,’’ papar si warga.

Untuk itu, warga berharap kiranya pembagian bantuan untuk benih padi, pupuk, dan lainnya agar dapat adil dan jangan pilih kasih. Sementara itu, Sekretaris Desa Tanjung Beringin sekaligus Pjs Kades Tanjung Beringin, Syarifudin saat dikonfirmasi di bawah rumahnya yang juga berfungsi sebagai Kantor Desa Tanjung Beringin menjelaskan bahwa pembangunan di Desa Tanjung Beringin sangat pesat.

‘’Infrastruktur jalan, pertanian, perkebunan, normalisasi, dan pengerasan jalan untuk ukuran desa sangat pesat,’’ terangnya.

Selain itu pertanian cetak sawah di dusun 1 dan 3, untuk alat pertanian seperti mesin pompa, handtraktor ada 5 unit, alat pertanian tersebut ada di ketua kelompok masing-masing yang kesemuanya ada 7 kelompok tani.

Mengenai ada informasi handtraktor, mesin pompa yang dijual, sepengetahuannya  itu tidak ada. ‘’Tidak ada alat yang dijual,’’ tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman dan Hortikultural OKI, Syarifudin SP MSi saat dikonfirmasi mengenai adanya dugaan handtraktor dan mesin sedot (pompa air) yang dijual menjelaskan, tidak mungkin kades maupun Sekdes Tanjung Beringin melakukan hal tersebut.

‘’Sebab kita semua tahu bahwa alat-alat pertanian seperti handtraktor maupun mesin sedot tersebut diserahkan langsung kepada para ketua kelompok taninya masing-masing.

Kita akan segera melakukan kroscek ke lapangan terkait informasi tersebut dan apabila informasinya benar maka Kades maupun Sekdes tersebut akan berhadapan langsung dengan saya dan saya akan laporkan langsung ke aparat kepolisian.

Ini tidak bisa dibiarkan, bila benar maka sudah berurusan dengan hukum sebab barang tersebut merupakan barang milik negara yang peruntukannya jelas untuk membantu para petani di desa tersebut, bukan diperuntukan pribadi atau untuk Kades,’’ tegasnya.

Dari informasi dan check and richeck di lapangan, sejak adanya konfirmasi terkait hal tersebut, Camat Tanjung Lubuk OKI langsung memerintahkan stafnya mengkroscek kebenaran hal tersebut dan hasil pantauan wartawan di lapangan, belum terlihat ada handtraktor tersebut di masing-masing kelompok tani Desa Tanjung Beringin tersebut, kecuali kelompok Tamanudin.

Sumber:Sumateranews.co.id/Aliaman

Posted by: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.