Oknum Kades Diduga Selundupkan Raskin

BERAS RASKINTRANSFORMASINEWS, PALI – Ratusan karung beras untuk masyarakat miskin (Raskin) mencapai ton-an, yang seharusnya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, diduga hendak diselundupkan oknum Kepala Desa Sukamanis, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI berinisial Yat.
Penyelundupan itu berhasil diungkap tim gabungan Satreskrim Polres Muara Enim, dan Polsek Tanah Abang, Kamis (6/11), setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Berkat laporan masyarakat, petugas berhasil temukan ratusan karung raskin, disimpan di rumah salah seorang warga di Desa Tanah Abang, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI. Kini beras miskin tersebut diamankan di gudang Satlantas Polres Muara Enim sebagai barang bukti.
Kapolres Muara Enim AKBP M Aris, melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH MH, ketika dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan ratusan karung beras miskin tersebut. “Beras itu seharusnya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di Desa Sukamanis. Ternyata oleh oknum Kades, beras itu telah disembunyikan di rumah salah seorang warga di desa lain. Kuat dugaan beras itu hendak dijual oknum Kades tersebut,” jelas Eryadi, Kamis (6/11).
Menurutnya, terungkapnya kasus tersebut setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat, bahwa ada raskin yang hendak dijual oleh oknum Kades. Atas laporan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan bersama anggota Polsek Tanah Abang. Dalam penyelidikan tersebut, diketahui bahwa beras memang tidak dibagikan kepada masyarakat Sukamanis, tetapi disimpan di rumah salah seorang warga di desa lain.
‘’Indikasinya sudah jelas bahwa ada penyimpangan, namun motifnya masih kita kembangkan. Saat ini kita masih mendalami kasus ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap warga selaku saksi pelapor. Kemudian beras tersebut juga telah kita amankan. Jumlahnya memang cukup banyak, namun untuk pastinya nanti baru kita hitung,” jelas Kasat.
Sementara Kapolsek Tanah Abang AKP A Roni menambahkan, terungkapnya kasus itu terkait adanya kecurigaan warga terhadap oknum Kades dalam pengelolaan raskin. Lantas warga melakukan pengintaian, hingga akhirnya melaporkannya kepada petugas. “Kita berhasil mengungkap kasus ini berkat adanya bantuan dan laporan dari masyarakat,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial Muara Enim M Teguh Jaya, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa penanganan raskin untuk wilayah Kabupaten PALI, sudah terpisah dengan Kabupaten Muara Enim. “Penanganan beras miskin itu tidak lagi dengan kita. Kabupaten PALI sudah mengelolanya sendiri, karena mereka sudah punya Dinas Sosial sendiri,” jelas Teguh.
Teguh juga sempat kaget adanya ratusan karung beras miskin yang bisa diselundupkan oknum Kades. “Bagaimana bisa beras begitu banyak diselundupkan oknum Kades. Mungkin karena pengawasannya kurang, sehingga penyelundupan itu terjadi,” jelas Teguh.

Sumber: (Palpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published.