IRIGASI SEMENDE YANG MENGALAMI LONGSOR/ RMOLSUMSEL
|
TRANSFORMASINEWS, MUARA ENIM. Amblasnya Siring Pauh Kiri sepanjang 100 meter dengan tinggi 25 meter di Desa Cahaya Alam Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) Kabupaten Muara Enim beberapa hari lalu mengakibatkan ratusan hektar tanaman padi terancam gagal panen.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun wartawan peristiwa yang mengakibatkan longsornya irigasi yang mengaliri ratusan hektar tanaman padi masyarakat desa tersebut terjadi Sabtu 21/2/2015 lalu.
Amrullah (43), selaku Kades Desa Cahaya Alam Kecamatan SDU saat di konfirmasi Sabtu malam ( 28/3) usai menghadiri pertemuan dengan Menteri Desa Tertinggal dan Transimigrasi Marwan Jafar di Kabupaten Muara Enim membenarkan kejadian tersebut.
Amrul menceritakan, kejadian yang mengamblaskan siring tersebut terjadi sekitar seminggu lalu. Saat kejadian kondisi cuaca sekitar pukul 16.00 sore dilanda hujan deras disertai angin.
Dari musibah tersebut tidak ada korban jiwa karena lokasi jauh dengan perkampungan, namun hal itu berdampak mati totalnya irigasi untuk mengaliri ratusan hektar sawah. Dikarenakan sumber air tersebut merupakan salah satu aliran menuju ke areal persawahan masyarakat setempat.
Menghadapi musibah tersebut, lanjut Amrul. saat ini masyarakat telah melakukan gotong royong dengan menggunakan alat manual seperti cangkul, linggis, parang dan sebagainya untuk membuka dengan membuat jalur baru sehingga air dapat kembali mengalir. Jika tidak dilakukan dengan cepat maka tanaman padi yang saat ini sudah berumur sekitar tiga bulan bisa mengalami kekeringan yang berakibat bisa gagal panen.
Terhadap peristiwa tersebut pihaknya sambung Amrul, sudah melaporkan ke pihak kecamatan, dan mohon bantuan berupa alat-alat kerja.
“Untuk tidak mengalami hal serupa di mohon kepada pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas terkait untuk menganggarkan pembuatan siring secara permanen,” harapnya.
Sementara itu, Camat Kecamatan SDU, Tasman saat dihubungi membenarkan kalau beberapa hari lalu telah terjadi longsornya Irigasi Siring Pauh Kiri yang mengaliri persawahan tersebut yang kondisinya sekarang ini perlu mendapat penanganan cepat. Sebab bisa berdampak pada tanaman padi.
Terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Muara Enim, Fajeri Erham, Sabtu (28/3) malam sudah mendapatkan laporan tentang kejadian tersebut.
Sumber:[RMOL/AR]
