TRANSFORMASINEWS.COM, BENGKULU. Setelah Kantor Walikota Bengkulu pindah ke Bentiring beberapa waktu lalu, direncanakan kantor Walikota yang lama akan digunakan untuk penambaghan bangunan RSUD Kota Bengkulu. Namun rencana itu terancam gagal, dan membuat gedung bekas Kantor Walikota yang lama itu menjadi terbengkalai.
Padahal, bekas kantor walikota untuk RSUD Kota Bengkulu yang akan disulap menjadi gedung RSUD Kota dengan nilai proyek Rp 19,5 miliar itu, harus dilakukan tahun ini.
Sementara tak sampai empat bulan lagi sudah akan tutup tahun anggaran. Namun hingga kemarin (23/8), pengerjaan proyek tersebut belum kunjung dilakukan hingga mendapat sorotan DPRD kota.
“Memang sangat kita sesalkan (gedung belum direnovasi). Karena sebentar lagi sudah masuk bulan September. Artinya tutup anggaran tinggal 3 bulan lagi. Kita melihatnya proyek renovasi gedung eks.kantor walikota jadi RSUD kota itu bakal terancam gagal, karena waktunya sekarang yang mepet sekali,” kritik Sekretaris Komisi I DPRD Kota Hamsi, Amd kepada media kemarin (23/8).
Menurut Hamsi, sangat disayangkan apabila pembangunan perkembangan RSUD kota nantinya batal dikerjakan tahun ini. Sebab DPRD kota selama ini terus mensupport perkembangan RSUD kota tersebut dengan mensetujui anggaran perkembangan banguan gedung RSUD kota. “Makanya kita minta pemkot juga harus bijak memikirkan masalah ini,” ungkapnya.
Selain itu lanjut Hamsi, pihaknya dalam waktu dekat akan menjadwalkan pemanggilan pihak terkait untuk mempertanyakan kenapa alasannya sampai proyek pembangunan gedung baru RSUD tersebut belum kunjung dikerjakan. “Nanti kita akan panggil pihak RSUD, pihak ULP dan pihak terrkait lainnya,” jelasnya.
Dampak Rasionalisasi
Saat dikonfirmasi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu, dr Lista Cerlyviera MM mengungkapkan, keterlambatan pengerjaan proyek renovasi tersebut lantaran adanya rasionaliasasi anggaran proyek.
“Anggaran renovasi pembangunan gedung itu sekarang jadi Rp. 10 miliar, karena ada rasionalisasi anggaran. Dan saat ini untuk proses tendernya kita serahkan semuanya kepada pihak ULP (unit layanan pengadaan),” ujarnya.
Meski waktu tutup anggaran tinggal sekitar 3 bulan lagi, menurut Lista, pihaknya optimis bahwa pengerjaan renovasi gedung RSUD baru tersebut akan tuntas tepat waktu. Sebab proyek yang dikerjakan tersebut hanya sebatas renovasi.
“Bangunan asli gedungnya itu tidak dibongkar habis. Kita hanya melakukan renovasi bangunan dalam saja. Jadi tidak akan memakan waktu yang lama. Yang jelas saat ini kita mempersiapkan semuanya,” tuturnya.
Sumber: Harianrakyatbengkulu (new)
Editor: Nurmuhammad
Posted by: Admin Transformasinews.com
