Warga Muratara Ancam Duduki Kantor Bupati

bertemu-gubenur-sumsel-di-pemprov-sumsel
Beberapa warga Muratara yang hendak bertemu Gubenur Sumsel di Pemprov Sumsel, Rabu (17/12). Foto:TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF B ROHEKAN

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG – Sejumlah warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (17/12) mendatangi Kantor Gubernur Sumsel untuk menanyakan kepada orang nomor satu di Sumsel itu, sejauh mana perkembangan pengajuan permohonan penunjukan pejabat bupati Muratara.

Warga akar rumput ini mengaku sebagai perwakilan empat kecamatan yakni kecamatan Rupit, Karangdapo, Rawas Ulu, dan Nibung.

Ketua Masyarakat Peduli Muratara Mansyur, menyatakan jika tidak ada tanggapan seluruh warga dari 7 kecamatan Muratara mengancam akan menduduki kantor Bupati Muratara.

“Kita sudah menanyakan ini kepada sekda Muratara dan DPRD setempat, siapa sebenarnya yang akan ditunjuk sebagai Plt Bupati, karena sudah 54 hari mengalami kekosongan,” katanya

Lanjutnya, setelah  tidak berhasil menghadap Gubernur sumsel, pihakya  akan mendatangi kemendagri menanyakan prosesnya. Jika semua tidak menanggapi maka pihaknya akan menduduki kantor Bupati Muratara, dan akan menstop seluruh kendaraan dinas milik kabupaten.

Dijelaskannya, dengan kekosongan kepala daerah ini, akan terjadi kemandekan dalam pemerintahan, kedua seluruh SKPD masih banyak kekosongan jabatan atau belum adanya Kabag dan Kasi karena pelantikan ini harus dilakukan Pj Bupati dan menghambat sistem pelayanan terhadap masyarakat.

“Ketiga yang sangat dikhawatirkan bila dana tidak terserap 100 persen sampai tanggal 24 Desember maka akan kembali ke kas negara,” tandas Mansyur

Sementara Kepala Biro Otonomi Daerah Pemprov Sumsel Drs Amsin mengungkapkan, jika pihaknya sudah menyampaikan ke Kemendagri namun hingga sekarag belum ada kejelasan.

“Benar, kita sudah melayangkan surat permohonan perpanjangan plt bupati Muratara dari tanggal 23 Oktober lalu. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan perpanjangan apa ditolak permohonan kita,” ungkapnya

Amsin melanjutkan, jika Pemprov Sumsel sudah tiga kali melayangkan surat menanyakan sejauh mana proses kelanjutannya, tetapi selalu dijawab sedang dalam proses.

Menanggapi beberapa masyarakat Kabupaten Muratara yang mendatangi kantor bupati menurut Amsin,” hal yang wajar karena mereka membutuhkan kepastian siapa yang menjabat bupati,” pungkasnya.

Sumber: TRIBUNSUMSEL.COM