TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Gelombang protes warga Kabupaten Muratara terus bergema, terkait penganiayaan dua warganya. Dukungan kepada keduannyapun mengalir melalui Media Sosial seakan tak terima perbuatan para oknum Kejaksaan tersebut.
Penganiayaan yang dilakukan beberapa orang oknum kejaksaan negri Kabupaten MUBA pada Kamis (27/7) pukul 19.30 wib sempat di lerai warga Desa Sungai lais Kabupaten Muba.
Warga marah akan tindakan para pelaku penganiayaan, beruntung saat kejadian warga langsung memenuhi tempat kejadian perkara sehingga penganiayaan tersebut tidak memakan korban jiwa.
Zulham (35) menceritakan secara rinci atas musibah yang dialaminya, saat penganiayaan berlangsung zulham dan endang (25) terus tiada henti dipukul dan ditendang oleh kedua petinggi tersebut, Zulham tahu yang melakukan penganiayaan dirinya adalah kedua petinggi Kejari Kabupaten Muba.
Hal tersebut diperkuat oleh salah satu pelaku penganiayaan yang megatakan keduannya adalah Kasipidsus dan Kasipidum Kabupaten Muba, endang yang babak belur dan penuh luka sempat meminta maaf atas kejadian yang tak disengaja tersebut, karena buru buru kendaraannya melaju dan memotong mobil rombongan tersebut yang sama sama menuju Kota Palembang.
“aku lah minta maaf kak namun keduannya masih menghajar kami, sampai sampai kami masuk kedalam parit, namun kata maaf tak didengar keduannya, ditambah lagi salah satu pelaku memegang kunci rodan dan menghajar kami”jelas Zulham saat dibincangi Jum at (28/7) pukul 15.00 wib.
Beruntung warga sekitar mengetahui kejadian tersebut dan melerai kejadian tersebut, warga terlihat marah dengan para pelaku “ kenapa kalian ini buat rebut di desa kami, ketempat lain saja”ketus warga yang tak senang dengan kejadian penganiayaan tersebut.
Akhirnya korban dan pelaku menuju Mapolsek Sungai Lais disanalah zulhan lebih mengetahui kalau yang memukulnya adalah kasipidsus dan kasipidum Kejari Kabupaten MUBA dari pembicaraan para pelaku penganiayaan”tutupnya.
Sumber:Zonamerdeka(red)
Posted by: Admin Transformasinews.com
