Tiga Nama Dari Birokrasi Siap Jadi Wawako

thumb_735850_03362202122014_apriadi_busri
Apriadi S Busri

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Walau belum ada kepastian terkait SK penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Palembang, isu adanya perebutan kursi Palembang dua yang akan ditinggal Harnojoyo, mulai merebak di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Diantara nama-nama di birokrasi Pemerintahan Kota Palembang seperti Syafri Nungcik (Kepala Bappeda), Apriadi S Busri (Dirut PD Pasar Palembang Jaya), dan Ratu Dewa (Kabag Humas dan Protokol), mulai berani menampilkan diri, dan merasa siap jika memang nanti dirinya ditunjuk oleh Walikota Palembang, untuk mengisi jabatan Wakil Walikota.

Walau sedikit malu, Syafri Nungcik yang merupakan salah satu pejabat senior di lingkungan pemerintahan mengatakan, dirinya siap jika memang ditunjuk untuk mengisi jabatan Wakil Walikota Palembang.

“Jangan terlalu dibesar-besarkan ya, yang jelas, sebagai abdi negara, saya siap jika memang ditunjuk dan sesuai dengan aturan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/12).

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Ratu Dewa dan Apriadi S Busri. Secara terang-terangan dan tidak sungkan, untuk menyatakan dirinya pantas dan siap untuk mengisi jabatan Wakil Walikota Palembang.

“Kalau dianggap layak menjadi pimpinan ya diaminkan saja karena itu doa siapa tahu memang terkabul, sebab hasil akhir penilaian ditentukan walikota ,” ujar Ratu Dewa.

Dengan tegas, Dewa tidak menampik isu itu dan tidak akan meredamnya. Kata dia, biarkan saja tetap menjadi spekulasi di antara jajaran birokrasi dan masyarakat. Dirinya juga tidak khawatir bakal ditegur atasan atau siapa pun karena menurutnya apa yang digadang-gadang dan disebut masyarakat itu doa. dan Doa itu tujuannya positif , siapa tahu benar bakal jadi kenyataan.

“Kalau takdir dan jalan hidup digariskan menjadi Wakil Walikota yang harus siap, karena hidup itu harus ada mimpi ,” imbuhnya.

Sikap percaya diri yang ditunjukkan Ratu Dewa bukan tanpa alasan. Mantan Sekretaris KPU Palembang itu merasa memiliki kemampuan bukan hanya dalam bidang birokrasi saja tapi juga kepemimpinan. Malang-melintang dalam organisasi kepemudaan dan organisasi pemerintahan sejak di bangku kuliah hingga menjadi bagian organisasi kepemudaan saat sudah memasuki dunia birokrasi.

“Kalau menjadi Wakil Walikota rasanya tidak akan sulit sebab kedua ilmu yakni ilmu organisasi dan ilmu birokrasi sudah saya jalani, seperti, dua periode saya menjabat wakil ketua I bidang organiasi DPD KNPI Sumsel,” ujarnya.

Dewa mengatakan Wakil Walikota Harnojoyo juga sudah mengatahui isu yang beredar ini dan dia sudah melapor soal isu itu, jadi biarkan saja berhembus mengapa harus takut ditegur sebab tidak ada aturan yang dilanggar.

“Pak Harno sudah tahu soal kabar itu dan sudah saya jelaskan jadi saya santai saja menanggapinya tidak perlu khawwatir berlebihan dan menampiknya, masa didoakan yang baik ditolak ,” tandasnya.

Terpisah Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi S Busri, yang juga mantan Asisten II dan Asisten IV Setda Kota Palembang ini mengaku, tidak tahu namanya disebut-sebut bakal mengisi kandidat calon wakil walikota.

“Ya, baca koran sempat kaget. Tapi, namanya juga penilaian orang saya oke-oke saja. Ini doa, jadi diaminkan saja,” singkat pria yang sudah 35 tahun bekerja sebagai PNS ini.

Sebelumnya, beberapa orang-orang berpengalaman di Birokrasi seperti Ucok Hidayat (Sekda), Shinta Raharja (Asisten I Setda Palembang), M Hoyin Rizmu (Asisten III Setda Palembang), Syafri Nungcik (Kepala Bappeda), Apriadi S Busri (Dirut PD Pasar Palembang Jaya), sampai dengan Ratu Dewa (Kabag Humas dan Protokol) menjadi perbincangan hangat di internal Pemkot Palembang tersebut.

Namun, dari beberapa nama tersebut, tiga orang sudah mulai berani menampilkan diri dan siap jika memang ditunjuk.

Nantinya, menurut Perppu No 1 tahun 2014 walikota yang berhak mengusulkan nama calon wakil walikota selamabat-lambatnya lima belas hari setelah walikota yang baru dilantik. Nah, untuk kota yang jumlah penduduknya lebih dari 250.000 jiwa sebenarnya dapat memiliki dua wakil walikota.

Sumsel:  [RMOL]