Belum Ada Aliran Air Bersih, Penyewa Rusunawa Harus Menunggu Delapan Bulan Lagi

thumb_668212_03325716122014_RUSUNAWA
RUSUNAWA/NET

TRANSFORMASINNEWS, PALEMBANG. Sepertinya, para calon penghuni  rumah susun sewa (rusunawa) di Kecamatan Kertapati masih harus menunggu sampai dengan 8 bulan, untuk dapat menempati rusun yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tersebut.

Hal tersebut dikarenakan, belum mengalirnya air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi yang diperkarakan akan masuk lima sampai enam bulan lagi.

Kabid Perumahan dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (CK) dan Perumahan Alberth Midianto mengatakan, dalam waktu sekitar enam bulan ke depan rusunawa yang akan dikelola PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) di Kertapati, masih menunggu pengerjaan aliran air bersih dari PDAM.

“Ada ratusan penyewa yang sudah mendaftar. Namun, mereka belum dapat menempati rusunawa, karena untuk saluran air bersihnya, masih dalam proses penyelesaian,” ujarnya, Selasa (16/12).

Kendati demikian, Pihaknya sudah siap menyerahkan pengelolaannya kepada pihak PT SP2J selaku perusahaan milik daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

“Hunian rusunawa sudah siap huni, tinggal aliran air bersihnya saja yang masih belum ada,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Operasional (Dirops) PT SP2J Ahmad Nopan mengatakan, memang untuk operasional rusunawa masih belum dapat dihuni dikarenakan belum adanya aliran air bersih dari Perusahaan PDAM Tirta Musi yang diperikarakan akan masuk lima sampai enam bulan lagi.

“Untuk administrasi dari PU CK tinggal pelimpahan saja. Usai pelimpahan, SP2J baru dapat melakukan kelengkapan operasional akan dilakukan dengan kelengkapan fasilitas di lokasi,” katanya kepada wartawan, Selasa(16/12).

Selain kendala air bersih, kendala operasional Rusunawa Kertapati juga masih terkendala akses transportasi ke lokasi di Kecamatan Kertapati tersebut. Untuk itu pihaknya sebelum tahun 2015 menargetkan akses Trans Musi sudah berjalan, minimal rute OPI-Kertapati hingga ke Rusunawa.

“Sambil menunggu proses pemasangan jaringan air bersih, pihaknya akan mengoperasionalkan Bus Rapid Transit (BRT) yang kesana. Untuk akses-akses penunjang lain, semuanya sudah ada, seperti sudah adanya dua mall besar di sana. Dengan begitu, akses masyarakat yang tinggal disana tidak akan kesulitan,” urainya.

Disinggung soal harga sewa, Soal harga sewa, Novan menjelaskan, untuk harga sewa, tidak akan beda dengan harga rusunawa di Kasnariansyah, dengan kisaran sewa per bulan Rp150.000 hingga Rp250.000 di luar biaya listrik dan air.

“Untuk asumsinya, pada lantai bawah harga akan lebih mahal,” tandasnya.

Sumber: [rmol]