Sumsel- Keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan di Sumsel sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, tidak hanya dengan Program Sekolah dan Berobat Gratis yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu, Pemerintah Provinsi Sumsel setiap tahunnya hingga saat ini juga terus menggulirkan bantuan kepada seluruh Pondok Pesantren yang tersebar diberbagai daerah di Provinsi Sumsel.
Tahun ini bantuan untuk Pondok Pesantren di Sumsel sudah mulai digulirkan lagi. Secara simbolis Gubernur H Alex Noerdin telah menyerahkan bantuan hibah tersebut untuk 276 pesantren di Sumsel yang telah terdaftar dengan jumlah yang berfariasi sesuai dengan jumlah santri di masing-masing Pesantren.
Penyerahan secara simbolis bantuan hibah Gubernur Sumsel untuk Pondok Pesantren di Sumsel tersebut dilaksanakannya Gubernur H Alex Noerdin usai melantiklantikan Dewan Pengurus Pusat Forum Pondok Pesantren Sumsel (FORPESS) masa bakti 2014 – 2018, Jum’at (15/08) di Griya Agung Jl. Demang Lebar Daun Palembang.
Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Perhimpunan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Sumsel Masa Bakti 2014 – 2019.
Pelantikan pengurus DPW IPHI Sumsel dilakukan oleh Ketua IPHI Pusat yang diwakili oleh Ketua I H Parni Hadi. Hadir juga dalam kesempatan ini Sekjen IPHI Pusat Ust. H Ansori, Sekjen Forpess Ust. H Ahmad Soleh Sakni, serta Ketua panitia Pelaksana yang juga kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sumsel Richard Cahyadi.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, Pondok Pesantren mempunyai sumbangsih yang besar dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak khususnya di Sumsel terutama dalam pendidikan agama. Menurutnya, Bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumsel ini merupakan bentuk konkrit dan nyata dalam memerangi musuh besar agama, yakni kemiskinan dan kebodohan. Untuk itu, bantuan ini akan terus diupayakan setiap tahunnya bahkan akan terus ditingkatkan.
” Bantuan ini sudah kita berikan setiap tahunya sejak beberapa tahun yang lalu, kedepan akan terus di upayakan bertambah seiring kemampuan keuangan daerah,” Terangnya.
Sementara, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel Richard Wahyudi menjelaskan, pemprov Sumsel menyediakan dana Rp20 juta per ponpes untuk 276 ponpes yang ada di Sumsel, dan totalnya sebesar Rp5,4 miliar. “Setiap tahun seperti ini (Pemprov beri bantuan). Dananya bisa digunakan untuk operasional ponpes. Nilainya meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp18 juta per ponpes,” kata dia.
Kemungkinan, kata Richard, kedepan akan ada peningkatan bantuan disesuaikan dengan keperluan. Dan rencananya, Gubernur Sumsel akan mengubah system pemberian bantuan di tahun mendatang yakni jumlah bantuan disesuaikan dengan jumlah santri.
“Tahun ini kan masih merata, jadi banyak atau tidaknya santri tidak mempengaruhi jumlah bantuan. Tapi tahun depan, setiap ponpes akan terima bantuan yang berbeda,” ujarnya. Karena itu juga, pihaknya menghimbau kepada seluruh ponpes yang belum terdaftar untuk secepatnya mendaftar, minimal November mendatang.
” Hal tersebut karena pada November mendatang sudah ada penyusunan anggaran belanja yang baru. Sehingga jika belum terdaftar saat itu, maka ponpes yang masih belum terdaftar tetap belum terima bantuan. “Kami akan terus mengkaji setiap ponpes yang ada sehingga bantuan dari pemprov ini bisa dipergunakan dengan lebih terarah,” Ungkapnya.(rillis/Humas Pemprov sumsel)

