
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meminta agar PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) harus segera memikirkan fasilitas bagi penghuni Rumah Susun Sewa (Rusnawa) Kertapati, agar fasilitas hunian yang diberikan Kementreian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) tidak sia-sia.
Disampaikan Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Agus Kelana mengatakan, tahun lalu Rusunawa Kertapati sudah diserahkan pengelolaannya kepada PT SP2J.
Namun sangat disayangkan sekali jika bangunan yang terdiri dari tiga blok tersebut kondisinya dalam keadaan sebagian besar atap plafon bocor dan lantai retak.
“Kondisinya saat ini memang banyak yang rusak, ini karena kurang perawatan,” katanya usai Rapat Percepatan Pemanfaatan Rusunawa Kertapati, Senin (10/10).
Ia mengakui, rumah susun yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini tidak memiliki pengamanan. Sehingga membuat orang tidak bertanggung jawab menyatroni rusun dan mengambil fasilitas yang ada.
“Memang kurang perawatan, terbukti banyak travo juga meteran yang dimaling orang. Tidak ada yang menjaga dan merawat,” jelasnya.
Ia mengatakan, selain tidak terawat, akses menuju kawasan tersebut juga masih sulit. Karena tidak ada transportasi yang menjadi pilihan untuk menuju tempat itu. Meski baru-baru ini SP2J memperpanjang trayek menuju rusun tersebut, namun angkutan kota (Angkot) belum ada.
“Kesiapan fasilitas pendukung seperti Puskesmas pendukung (Pustu) dan pasar dan rute alternatif yang belum ada menjadi kendala terisinya 297 unit itu. Hingga kini baru terisi 34 unit saja,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan listrik sudah masuk ke rusun tersebut, tetapi masih banyak yang mesti diperbaiki. Sehingga meski dijadikan tempat pengganti penghuni rusun 26 ilir, namun kebanyakan orang menolak karena minimnya fasilitas tersebut.
Kendala lain seperti sekolah, pasar yang belum memadai pun menjadi alasan utama masih sepinya hunian di tersebut.
“Meskipun sudah ada Sekolah Dasar (SD) tetapi swasta dan untuk pasar akan dikaji ketersediaan lahan disana,” jelasnya.
Pihaknya dalam hal ini berusaha untuk memenuhi dan melengkapi fasilitas yang ada disana. Seperti nanntinya akan ada beberapa fasilitas yang akan kembali dibantu Pemerintah Pusat dan Kementrian PU-PR.
Salah satunya adalah, nantinya ada bantuan Rp 2,7 miliar untuk perbaikan seperti atap bocor,lantai retak, kabel banyak dicuri dan lainnya.
HABISKAN PULUHAN MILLIAR, RUSUNAWA YANG DIKELOLA SP2J JADI SASARAN MALING
![]()
Lagi-lagi proyek kementrian yang dikucurkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terkesan sia-sia dan hanya menghabiskan uang yang diberikan Pemerintah Pusat untuk daerah. Seperti yang juga dialami proyek Rusunawa di Kawasan Kertapati, yang dikelola PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dimana kondisi rusunawa yang selesai dibangun sekitar dua tahun yang lalu, dikabarkan tidak terawat dan kurang diminati.
Akibatnya, rusunawa yang menghabiskan dana sekitar Rp 45 miliar yang berasal Kementerian PU dan dibangun di atas lahan seluas 7 hektare, kondisinya memprihatinkan dan sering disatroni maling.
Hal itu pun dibenarkan Direktur Operasional (Dirops) PT SP2J, Antoni Rais, dimana saat dikonfirmasi, ia tidak menyangkal jika Rusunawa Kertapati kurang perawatan dan banyak barang seperti kabel listrik hilang.
“Dari 297 unit yang ada baru terisi 38 unit saja padahal pembangunan rusunawa ini sudah hampir dua tahun lalu selesai dibangun. Akibatnya, banyak kabel listrik hilamg dan kondisi rusunawa tidak terawat dan banyak kerusakan?” tuturnya, Senin (10/10).
Antoni menerangkan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan melalui bantuan dari Kementrian PU-PR. Karena, jika mendengar keluhan masyarakat, minimnya sarana dan prasana yang ada di rusunawa Kertapati membuat mereka masih enggan untuk menempati rusunawa tersebut.
“Banyak masukan dari para calon penghuni yang meminta agar kami memperbaiki da melengkapi saran dan prasarana disana. Bahkan, calon penghuni yang diajak seperti warga rusun 26 Ilir, tertarik untuk tinggal disana. Namun itu tadi, kami dipinta lengkapi sarana seperti sekolah dan pasar,” jelasnya.
Antoni menerangkan, sebagai upaya pemkot untuk mengisi rusunawa Kertapati, pihaknya menawarkan ke warga rusun 26 ilir yang bangunannya akan dibongkar atau direvitalisasi.
Hampir semuanya mereka tertarik, asal pihak pemkot menyediakan sarana dan prasarana seperti sekolah, pasar dan layanan kesehatan.
keberadaan sekolah sangatlah penting untuk menunjang fasilitas dan sarana belajar bagi penghuni rusunawa tersebut. Tidak hanya itu, transportasi pun diharapkan segera masuk.
“Keberadaan sekolah, transportasi dan pusat pelayanan kesehatan sangatlah penting bagi penghuni rusunawa tersebut. Dan ini akan segera diwujudkan, seperti mempersiapkan sekolah, dan menambah jalur transmusi sampai kesana,” ulasnya.
Saat ini pihaknya akan fokus dulu terhadap perbaikan. Karena kondisi rusunawa tersebut banyak yang rusak. Seperti kabel listrik, kaca, trafo banyak dicuri sedangkan lantai juga banyak yang retak dan atap bocor.
“Ini sudah kita perbaiki dengan mendapatkan angaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 2.7 miliar untuk perbaikan. Untuk mempercantik kawasan tersebut, kami mengajukan anggaran di APBN 2017 sekitar Rp1 miliar, termasuk untuk pembangunan musholah dan rumah jaga,” imbuhnya.
Sumber:Rmol/Raden MS
Editor: Amrizal Aroni
Posted by: Admin Transformasinews.com
