TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Kawasan Pasar Khusus Hewan di kawasan lingkungan dinas pertanian ,perikanan dan kehutanan Kota Palembang kecamatan Gandus terkesan terlantar, karena tidak diurus lagi, Padahal keberadaan pasar khusus hewan ini dibangun menggunakan ratusan juta keuangan negara, namun kondisinya sekarang dibiarkan begitu saja.
Seberawut dan terbengkalainya pasar khusus hewan ini sangat lah di sayangkan karena sebelumnya dalam beberapa tahun yang silam merupakan salah satu program utama pemerintah kota Palembang untuk mempermudah masyarakat dalam jual beli hewan di pasar Khusus hewan tersebut.
Mengutip keterangan sebelumnya untuk pembangunan pasar khusus hewan berkaki empat ini sempat tertunda beberapa kali di karenakan terbentur dengan dana, Oleh karena itulah Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang pada waktu itu, untuk pengadaan pasar ini menjadi agenda utama dengan berencana pada pertengahan 2010.
Akan membangun pasar itu melalui kepala dinasDP2K kota Palembang semasa pimpinan Masriadi, pihaknya sudah mengusulkan dana pembangunan pasar itu kepada pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010.
Dalam keterangannya beliau mengatakan “Kita sudah ajukan awal Januari 2010, dan akan dibahas oleh pemerintah pusat pada pertengahan Maret nanti. Jadi tunggu saja, yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” kata Masriadi.
Dengan adanya pasar hewan itu yang rencananya akan di bangun di kecamatan Gandus nantinya, kata Masriadi, maka pedagang hewan yang selama ini kerap berjualan disembarang tempat tidak akan diperbolehkan lagi, terlebih menjelang hari raya Idul Adha atau hari raya Kurban.“Sosialisasi kepada pedagang tentang hal ini akan terus kita lakukan,” ujarnya waktu itu.
Menurut dia, banyak keuntungan yang didapat bila tempat pembangunan pasar ini terwujud kelak. “Lokasinya dekat dengan rumah pemotongan hewan. Selain itu, dokter hewan juga mudah dijangkau karena letaknya dekat dengan dinas pertanian, Kita juga akan menyediakan mobil khusus bagi pedagang dan pembeli hewan di pasar itu nantinya,” Masriadi tuturnya.
Kemudian di era kepemimpinan Walikota Palembang Harnojoyo terkait masalah pasar khusus hewan ini juga dengan program yang sama dengan memprioritaskan pembangunan pasar khusus hewan ini ,dalam keterangannya beberapa tahun yang lalu ia mengatakan rencana pembuatan pasar itu sudah masuk dalam program kerja pihaknya.
Dia mengatakan, Palembang akan memiliki pasar khusus kurban yang menyatu dengan Kantor Dinas Pertanian. Harnojoyo menambahkan pemkot membutuhkan lahan sekitar 5 hektare untuk keperluan pembangunan pasar hewan tersebut.
Pentingnya atas keberadaan pasar khusus hewan ini untuk menfasilitasi masyarakat di saat hari raya S Idul Adha dalam jual beli hewan qurban,sehingga masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan jenis hewan yang bermutu .
Melihat dari wacana diatas sangat lah di sayangkan dengan kenyataan yang sebenarnya,adanya pasar khusus hewan yang saat ini terlihat sudah siap pakai menjadi tanda tanya besar mengapa kondisinya terbengkalai dan tidak berfungsi, padahal sebelumnya dengan susah payah pemerintah kota untuk melakukan pengadaan ini, tapi setelah ada tak ubahnya bangunan hantu, dengan kondisi bangunannya di kelilingi rumput yang tinggi serta fasilitas bangunannya di senyalir banyak yang rusak.
Menurut tim BARETA INDONESIA Perwakilan prov Sumsel mengatakan “Terkait dengan masalah ini beberapa waktu yang lalu,sebagai wujud kontrol sosial,lembaga kami Bareta Indonesia telah melakukan klarifikasi kepada pihak dinas pertanian kota Palembang,namun sampai berita ini di naikkan tidak ada jawaban sama sekali yang lembaga kami dapatkan” katanya.
Laporan: BONI BELITONG
Sumber: Transformasinews.com
Editor: Amrizal Aroni
Posted by: Admin
