
TRANSFORMASINEWS, MARTAPURA. Bicara batu akik, nama Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memang tidak terlalu menonjol.
Tapi kalau membahas soal kuliner, kabupaten yang beribukota di Martapura ini tidak bisa ditinggalkan.
Selain terkenal dengan sentra penghasil beras di Sumsel, Kabupaten OKUT juga punya banyak pilihan kuliner yang wajib dicicipi.
Salah satunya masakan iga bakar khas yang banyak diburu warga lokal maupun pendatang.
Iga bakar bisa ditemukan di beberapa rumah makan di Kota Martapura. Atau kalau tidak mendapat rekomendasi yang pasti, Anda bisa mencoba pelayanan di Rumah Makan Shafa.
Ini salah satu rumah makan yang menyediakan menu iga bakar khas daerah setempat.
Rumah makan ini terletak di pinggir Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), Desa Kotabaru, KecamatanMartapura, Kabupaten OKU Timur (tepatnya sebelum terminal Martapura).
Tidak hanya iga bakar, di rumah makan ini juga ada menu lain seperti ayam bakar atau pun ayam penyet.
Terkesan umum memang. Tapi jangan salah, iga bakar yang satu ini, terasa istimewa karena racikan bumbu yang meresap dalam hidangan iga.
Setelah makan hidangan iga bakar ini, dijamin bakal lupa pulang.

Dikombinasikan dengan sambal dan sayur asam, iga bakar khas OKUT dijamin akan membuat penikmatnya merasa ketagihan dan berusaha untuk datang kembali.
Saat tiba di rumah makan ini, Anda akan mendapatkan pelayanan yang ramah.
Setelah apa yang akan dipesan, pelayan akan langsung menuju dapur untuk menyiapkan menu yang akan disajikan.
Jika yang dipesan adalah iga bakar sapi, maka pelayan akan langsung mengambil Loyang (semacam nampan dari tembaga) yang sudah disiapkan dan diletakkan di atas kompor.
Pada loyang yang sudah panas kemudian diletakkan iga yang sebelumnya sudah diberi bumbu penyedap.
Bau harum dan suara minyak yang meletup-letup dari dalam loyang akan membuat tidak sabar untuk segera menikmati iga bakar sapi tersebut.
Setelah iga bakar sapi masak, maka pelayan akan langsung menyajikannya dengan membawa loyang panas yang diberi alas papan tipis sebagai penahan panas.
Sepintas, rumah makan ini terlihat seperti rumah makan mahal. Namun pengunjung tidak perlu khawatir, karena harga yang ditawarkan untuk setiap menu tidak akan membuat kantong pengunjung menjadi bolong.
Harga satu porsi iga bakar dengan rasa dahsyat itu hanya Rp 40 ribu saja per porsi.
“Makan di sini sepertinya tidak pernah kenyang. Sebelum iga bakar dan sayur asamnya habis, maka tidak akan berhenti. Berbeda dengan tempat lain. Terkadang lauknya masih banyak tapi sudah terasa kenyang. Berbeda sekali jika kita makan disini,” begitu kata Darman (34), salah seorang pengunjung Rumah Makan Shafa saat ditemui, Selasa (9/5/2015).
Menurut Darman, sejak rumah makan ini buka dan menawarkan iga bakar sapi bersama sayur asam, ia selalu rindu ingin makan di sini.
“Makanannya memang sedap dan sangat menggugah selera. Rasanya dalam satu minggu kalau tidak menikmati iga bakar sapi ini rasanya kurang komplit,” katanya.
Ungkapan serupa dikatakan Suyanto, warga Bungamayang yang mengaku hampir tiga kali setiap minggu dirinya makan di Iga Bakar sapi tersebut.
Selain lokasi yang bersih dan menyiapkan dua tempat makan yakni versi lesehan dan biasa, lokasi rumah makan itu juga sangat nyaman karena berlokasi di samping anak Sungai Komering.

“Makan disini rasanya nyaman karena angin langsung dirasakan. Menunya juga beragam dan sangat menggugah selera. Terkadang saya mengajak keluarga untuk makan disini,” katanya.
SUMBER:SRIPOKU,COM/AR
