Terbukti kerusakan parah, di jalan Bukit Tudung Kelurahan Talng Ubi Barat, sudah tujuh tahun terkahir ini mengalami kerusakan, hal tersebut mendapat reaksi protes dari warga setempat dengan tanam pisang dan membuang sampah di tengah-tengah jalan tersebut.
Jalan porus menuju, Benakat, Suban, Jirak dan Linggau, terancam lumpuh oleh genangan air di kala hujan. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya saluran paret disepanjang jalan poros cor beton yang sudah hancur lebur tersebut, sehingga membuat jalan rusak berat.
Dari pantauan wartawan BP, sepanjang jalan lebih kurang 300 m ini terlihat bergelombang dan berlobang yang menganga besar dijadikan warga untuk menanam pisang, kelapa dan membuang sampah, sehingga membuat para pengendara harus ekstra hati-hati. Tak jarang membuat pengendara bermotor yang berlalu lalang sering kali mengalami kecelakaan di jalan tersebut.
Padahal lokasi jalan rusak tersebut, persis depan Kantor Lura Talang Ubi Barat dan tidak jauh dari RS Pertamina berdiri kokohnya. Perusahaan sudah ratusan tahun, tepatnya sejak tahun 1909 terkesan tutup mata.
“Wajar jika jalan ini tidak pernah bagus dan mulus, soalnya yang melintas di jalan tersebut tidak hanya mobil pribadi saja tetapi juga mobil perusahaan angkutan berat seperti angkutan angkutan perkebunan kelapa sawit dan tidak ada perbaikan dari perushan, walupun kami sudah belasan kali bikin proposal untuk perbaikan jalan,” ungkap Bakri dengan nada tinggi, warga setempat
Bakri juga memaparkan bahwa kerusakan jalan yang ada di depan Kantor Lurah ini sudah lama terjadi dan tak sedikit pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan yang disebabkan terjebak lubang yang mengangap serta digenangan air pada saat hujan turun.”Apolah masalanyo padahal cuma 300 meter jalan ini dak dibenari kesian dengan warga yang banyak tebalik, anak sekolah, apa lagi kemaren ibu hamil yang tebalik,”ucap Bakri.
Hal senada juga disampaikan M Rasid (32). Menurutnya kepada BP, sungguh disayangkan perusahan tidak peduli dengan jalan tersebut.”Betapa banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten PALI sudah kita masuke proposl, namun tidak ada tangapan dan perhatian ekstra, padahal pada umumnya yang menggunakan jasa jalan kebanyakan dari kalangan perusahaan namun itu seolah-olah terkesan tutup mata,”pungkasnya
Dikonfirmasi dengan pihak Pertamina, Tuti Humas Pertamina Pendopo mengaku tidak mengetahui hal tersebut dan akan segera menijau lokasi yang di maksud,” tutup Tuti.
Sumber: (anis/urnalsumatra.com)

