TRANSFORMASINEWS, PALI. – Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan masih membutuhkan perhatian khusus.
Pasalnya, meski di Kabupaten PALI banyak terdapat perusahaan besar seperti PT. Pertamina Field Pendopo, PT. Suryabumi Agrolanggeng yang bergerak di bidang perkebunan sawit, PT. Musi Hutan Persada (MHP) yang bergerak di pabrik kertas, Medco Energi, Elnusa dan perusahaan besar lainnya baik itu sektor perminyakan maupun perkebunan dan pertambangan batubara tidak membuat Kabupaten yang berdiri sejak 11 Januari tahun 2013 silam ini memiliki infrastruktur yang memadai dan sesuai harapan
.
Terbukti, jalan menuju Ibukota Kabupaten PALI yaitu Talang Ubi Pendopo terancam putus oleh genangan air di kala hujan. Hal tersebut dikarenakan minimnya saluran paret disepanjang jalan poros cor beton, sehingga membuat jalan yang berada di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan rusak berat.
Dari pantauan wartawan, sepanjang jalan lebih kurang dua km ini terlihat berlubang mengangah besar kemudian kawat-kawat cor beton sudah banyak yang menojol kepermukaan jalan, sehingga membuat para pengendara harus ekstra hati-hati. Tak jarang membuat pengendara bermotor sering mengalami kecelakaan di jalan tersebut.
Padahal, tepat di pinggir jalan tersebut berdiri dengan kokohnya Gerbang PT. Suryabumi Agrolanggeng, perusahaan yang telah ada di Pendopo Kecamatan Talang Ubi puluhan tahun, tepatnya sejak tahun 1992.
“Wajar jika jalan ini tidak pernah bagus dan mulus, soalnya yang melintas di jalan tersebut tidak hanya mobil pribadi saja tetapi juga mobil perusahaan angkutan berat seperti angkutan batubara dan angkutan perkebunan kelapa sawit,” ungkap Effendi warga Desa Simpang Tais ketika disambangi di rumahnya beberapa waktu yang lalu.
Effendi juga memaparkan bahwa kerusakan jalan yang ada di Desa Simpang Tais ini sudah lama terjadi dan tak sedikit pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan yang disebabkan terjebak lubang yang menganga serta digenangan air pada saat hujan turun.”Dari cor beton badan jalan tampak munculnya besi behel pondasi yang rusak,” papar Effendi.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Simpang Tais, Sururi. Menurutnya, sungguh disayangkan jika jalan lintas menuju Ibukota Kabupaten PALI rusak berat. Padahal jelas Sururi, di wilayah PALI ini memiliki perusahaan-perusahaan besar namun yang beroperasi di Kabupaten PALI yang luas wilayahnya mencapai 1840 km persegi.”Betapa banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kabupaten PALI, namun tidak ada perhatian ekstra, padahal pada umumnya yang menggunakan jasa jalan kebanyakan dari kalangan perusahaan namun itu seolah-olah terkesan tutup mata,” tutur pria yang suka lempar senyum .
Penjabat Bupati Kabupaten PALI Ir. H. Heri Amalindo, MM angkat bicara soal kerusakan jalan tersebut. Dirinya akan melakukan koordinasi kepada pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan yang ada di Desa Simpang Tais.
“Jalan tersebut merupakan jalan Pertamina, namun Saya akan koordinasi kepada perusahaan untuk memperbaiki jalan tersebut. Namun kalau tidak ada tindak lanjut Pemerintah Kabupaten PALI siap memperbaiki jalan tersebut,” tutur Heri.
Dikonfirmasi dengan pihak Pertamina, Turjasari Humas Pertamina Pendopo mengaku tidak masalah jika pihak Pemerintah ingin memperbaiki jalan tersebut selama untuk kemaslahatan masyarakat PALI. Jelas Turja, memang sebelumnya jalan tersebut jalan perusahaan Pertamina tapi ketika perbaikan kemarin, Bupati Muara Enim telah membaginya.
“Untuk jalan dari Simpang Lima kelurahan Talang Ubi Timur sampai simpang Raja Kelurahan Handayani Mulya diperbaiki oleh Pertamina Field Pendopo, sedangkan dari simpang Rajo sampai simpang Belimbing diperbaiki oleh PT. MHP,” tutup Turja.
Sumber:(anis/jurnalsumatra.com)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi