RMOLSUMSEL
TRANSFORMASINEWS.COM, BANYUASIN. Baru di bangun Bulan Desember 2016, Jalan yang dibangun PT Empat Sekawan (PT ES) menggunakan APBD Banyuasin tahun 2016, habiskan anggaran dana sebesar Rp.8,2 Milyar telah hancur dan rusak parah.
Dari informasi yang dihimpun Media Online, kondisi jalan tersebut semakin diperburuk dengan banyaknya armada angkutan perusahaan perkebunan PT Andira Agro yang membawa hasil panen buah kelapa sawit melebihi tonase.
Menurut Agung (36) warga yang rutin melintasi jalan dalam aktivitasnya sehari-hari mengatakan hancurnya jalan ini karena dikerjakan asal-asalan oleh pihak kontraktor dan tidak adanya larangan bagi PT Andira Agro yang memiliki puluhan armada truknya untuk melewati jalan yang baru di bangun ini.
“Dulu PT Andira Agro mengangkut hasil panen buah sawitnya lewat jalan ini, tapi setelah jalan ini rusak parah, puluhan mobil perusahaan tidak ada lagi yang lewat jalan ini”, katanya, Selasa (12/4/2016).
Sementara itu, Kepala Desa Karang Anyar Nasrul Nas (37)mengatakan kerusakan jalan yang baru dibangun ini sudah dilaporkan kepada Pemkab Banyuasin, namun sampai hari ini belum ada tanggapan.
Masih katanya, terkait peran serta perusahaan yang sering menggunakan jalan ini membuat warga kecewa karena selagi jalan ini masih bagus PT Andira Agro menggunakannya secara maksimal malah mereka sepakat apabila ada kerusakan mereka akan membantu memperbaikinya, ternyata itu hanya janji belaka, setelah jalan ini hancur mereka memindahkan angkutan lewat jalur sungai menggunakan ponton.
“Seharusnya pihak PT Andira Agro bertanggung jawab terhadap rusaknya jalan ini, anehnya mereka menyiapkan alat berat hanya untuk meloloskan armada mereka saja, jika ada kendaraan warga yang masuk kubangan lumpur malah alat berat perusahaan ini tidak membantu bahkan alat berat di bawa pergi menjauh dari lokasi, lucunya setelah jalan ini rusak parah malah mereka pakai jalur sungai untuk mengangkut hasil panen.” jelasnya.
Ditambahkan Nasrul untuk warga yang akan bepergian baik itu ke Palembang maupun menuju ke pesisir terutama ke Muara Padang dan Muara Sugihan terutama pada saat musim hujan seperti ini akan menjadi tantangan karena jumlah kubangan lumpur bertambah dan kondisi jalan semakin parah sehingga semua aktifitas masyarakat terganggu.
“Puluhan kendaraan milik warga banyak yang tidak bisa melintas dan tidak sedikit yang terpaksa menginap di jalan.” pungkasnya.
Sumber: Rmolsumsel [sri/bubun]
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi