TRANSFORMASINEWS, MARTAPURA-OKUT, – Jembatan di Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, penghubung antara Kabupaten OKI dengan OKU Timur terancam putus.
Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1950-an dengan bentuk kerangka melengkung tersebut, rusak dan jebol di bagian lantai pinggir dengan diameter sekitar 30×30 centimeter (cm).
Belum diketahui secara pasti penyebab jebolnya jembatan penghubung OKUT-OKI tersebut. Namun berdasarkan pengakuan sejumlah warga sekitar, jebolnya jembatan tersebut diduga kuat akibat tingginya intensitas kendaraan dengan muatan berat yang digunakan sejumlah kontraktor membawa material untuk membangun sejumlah infrastruktur di wilayah OKU Timur.
Kepala Dinas PU Bina Marga OKU Timur, Ir. Agus Sunaryo MM ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendapat laporan dari pengawas lapangan terkait jebolnya jembatan Desa Tanjungbatu tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya akan segera melaporkan kerusakan tersebut kepada pihak provinsi agar segera ditindaklanjuti.
“Kejadian serupa pernah terjadi di jembatan Komering Martapura, atau sekarang disebut jembatan Kotabaru sekitar tahun 80-an. Waktu itu jebolnya sekitar 20×20 dan sudah ditambal menggunakan plat tebal dan rangka baja. Namun hanya bertahan sekitar dua bulan dan setelah itu jembatannya ambruk,” ujarnya, Minggu (14/12/2014).
Kemungkinan, kata dia, konstruksi jembatan melengkung tersebut menyatu sehingga jika terjadi kerusakan pada salah satu komponen jembatan, maka semua komponen akan mengalami kerusakan. Sangat berbeda dengan jembatan rangka baja.
“Berdasarkan pengalaman jembatan dengan karakter seperti itu tidak bisa diperbaiki. Kemungkinan rangka jembatan menyatu satu sama lain. Jadi ketika salah satu komponen rusak, maka komponan lain akan ikut rusak. Kerusakan serupa pernah terjadi tahun 80-an di jembatan Kotabaru hingga akhirnya dibangun jembatan lain di sisi jembatan lama,” katanya.
Menurut M. Irul (40), sopir truk yang biasa mengangkut karet dari wilayah Belitang-Palembang ini mengatakan, jebolnya jembatan tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh sejumlah kendaraan besar yang melintas membawa material untuk pembangunan irigasi di wilayah Komering. Jembatan air Komering Gunungbatu tersebut, kata Irul, merupakan satu-satunya jalur menuju Palembang dari arah Belitang dan Martapura.
“Jika jembatan itu putus, maka jalan alternatif hanya melalui Martapura ke Baturaja dengan jarak sekitar tiga hingga empat kali lipat. Kalau saya lihat sudah ada tanda bahaya di lokasi lantai jembatan yang jebol. Mudah-mudahan segera di perbaiki,” tandasnya.
Sumber: (BeritAnda)
