TRANSFORMASINEWS, BATURAJA. – Putusnya jembatan Desa Mandala Kecamatan Peninjaun yang menghubungkan Peninjauan dengan Baturaja, saat ini telah dibangun jembatan darurat dari bambu yang tak kuat dan tak tahan lama. Untuk itu Zikon Kodam II Sriwijaya segera menurunkan anggotanya untuk membangun jembatan darurat Belly di lokasi itu.
“Ya dalam waktu dekat kita akan dibantu TNI AD untuk membangun jembatan darurat Belly di lokasi jalan longsor agar aktivitas warga tidak terganggu,” kata Camat Peninjauan, Ferry Iswan, saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (14/12).
Selain itu kata Ferry, tim PU Bina Marga Sumatera Selatan yang dipimpin Ketua UPTD OKU Raya, Ir Tarmizi, sekitar pukul 10.00 WIB juga telah turun ke lokasi jalan longsor untuk melakukan survei.
Mengingat musibah itu terjadi akibat bencana alam kata Ferry, maka pihak provinsi akan menganggarkan dana dari bencana alam untuk membangun jembatan permanen jenis double box culvert. “Alhamdulilah ternyata respon pihak provinsi sangat cepat. Bahkan, TNI AD dan pihak PT Pertamina JOB Talisman pun tanpa kita minta langsung ikut berpartisipasi mengatasi bencana alam ini,” tegasnya.
Dia berharap, pembangunan jembatan darurat dan jembatan permanen itu dapat segera dilakukan, sehingga warga bisa beraktivitas lagi seperti biasa.
“Yang jelas untuk sementara ini hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintas di Desa Mendala, sementara untuk roda empat dialihkan ke arah Trans Batumarta dan PT Mitra Ogan. Memang jaraknya lebih jauh sekitar satu jam, namun apa boleh buat. Inikan bencana alam. Kita semua tak menyangka bakal terjadi seperti ini,” katanya.
Seperti diketahui Jalan penghubung OKU – Palembang, di Desa Mendala, Kecamatan Peninjauan, putus total, Sabtu (13/12). Jalan yang putus sekitar 12 meter itu, dampak dari derasnya hujan mengguyur Bumi Sebimbing Sekundang, Jumat (12/12) malam.
Kapala Desa (Kades) Mendala, Peninjauan Herwan Nijar menceritakan, kerusakan jalan terjadi sekitar pukul 12:00 wib malam. Jalan putus diduga karena derasnya hujan sehingga membuat tekanan air deras.Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini.
“Mengetahui jalan longsor, tengah malam kemarin kita langsung berjaga-jaga dijalan. Tujuan takut ada kendataan yang nyemplung ke jurang. Ini kan jalur lurus, bahaya kalau tidak di jaga. Lagian kalau malan jalan ini gelap,” katanya.
Kades menceritakan akibat peristiwa ini, sedikitnya 10 desa terisolir. Tidak ada jalan artenatif yang dekat, kecuali melintasi jalan di Sinar Peninjauan untuk menuju Baturaja. Jaraknya selisi sekitar 90 menit.
“Harapan kita agar jalan ini segera diperbaiki oleh pemerintah provinsi. Sebab jika dibiarkan begini, pastinya, perekonomian akan terganggu,” tegasnya.
Sumber: (OKUOKE)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi