Pelayaran sungai di sekitar Jembatan Musi II bakal ditutup 10 Hari

JEMBATAN MUSI IITRANSFORMASINEWS, PALEMBANG.  – Akhir Oktober atau paling lambat awal November mendatang, jalur pelayaran sungai di sekitar Jembatan Musi II bakal ditutup. Penutupan akan dilakukan selama 10 hari dalam rangka pemasangan pelengkung tengah duplikat Jembatan Musi II di Jalan Keramasan- Alamsyah Ratu Prawiranegara, Palembang.

Menurut Ahmad Taruna Jaya, Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Wilayah III Sumatera, penutupan akan dilaksanakan setelah rangkaian pelengkung tengah selesai. “Ada lima pelengkung yang dipasang pada jembatan duplikat Musi II, tetapi yang telah terpasang ada empat dan tinggal satu pelengkung yang belum terpasang,” ujar Taruna saat diwawancarai, Minggu (26/10).

Dia mengimbuhkan, terlambatnya pemasangan pelengkung tengah dikarenakan bentang tengah paling panjang yakni sepanjang 100 meter. Sehingga harus dilakukan penutupan alur pelayaran sementara. “Kita sudah koordinasikan dengan KSOP waktu untuk penutupan alur pelayaran sampai rangkaian pelengkung terpasang,” jelasnya.

Hingga saat ini progress pembangunan mencapai 95 persen. Pihaknya berharap pembangunan selesai sesuai jadwal. “Sebetulnya molor pembangunan, tetapi minimal sudah bekerjakeras untuk penyelesaian pembangunan duplikat jembatan Musi II,” bebernya.

Pihaknya kata Taruna, menargetkan Desember tahun ini selesai sampai cor plat jembatan. Kondisi ini menurut dia, harus bisa selesai karena jembatan Musi II sudah sangat tidak layak. “Kita sangat berharap tidak ada kendala dalam pengelasan dan pengerjaan lainnya, supaya pemasangan pelengkung dilakukan dengan tepat waktu,” ungkapnya.

Dibantu dengan dua unit alat crane, pelengkung telah terpasang empat unit. “Mudah-mudahan pemasangan cepat selesai. Karena kesulitan pekerja itu adalah pelengkung tengah yang bentangnya paling panjang. Nah, kita sudah koordinasikan kepada pekerja untuk berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan atau human error,” tegasnya.

Taruna menyebutkan, duplikat Musi II harus segera diselesaikan mengingat kondisi Jembatan Musi II memprihatinkan dan butuh perawatan mendesak. Akibat, ratusan bautnya sudah banyak yang tidak berfungsi lagi atau kendor dan patah. Jembatan ini lanjutnya, juga dikhawatirkan akan penggunaan tongkang batubara yang melintas di bawahnya. Pasalnya, jembatan rangka baja ini tidak didisain menahan benturan tongkang dengan bobot 15.000 ton. (DYN/PE)