ARMADA BATUBARA KEMBALI MELINTAS DI JALAN UMUM

pos-batubara-muara-enim-1TRANSFORMASINEWS.COM, MUARA ENIM. Penantian Masyarakat yang mendambakan Ketenangan Berkendara di Jalan Umum Lintas Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan, terutama dari Kabupaten Muara Enim menuju arah Kota Palembang dan Kabupaten Pali, Sirnalah sudah.

Pasalnya per Tanggal 20 oktober 2016 di mana Berdasarkan Wawancara Awak Media pada Dinas perhubungan (Dishub) Muara Enim melalui Kabid Angkutan Jalan Akmaludin Selasa 4/10/16 yang lalu, mengatakan kalau Tanggal 20 oktober izin Angkutan Armada Mobil Batubara dari Perusda Lahat akan berakhir.

Di mana saat itu izin yang masih berlaku hanyalah izin Angkutan Mobil batubara dari Perusda lahat, namun pada kenyataanya bukan kabar baik yang masyarakat terima, (20 oktober_red). Gubernur Sumatera Selatan Telah menandatangani Surat Dispensasi mengenai Angkutan mobil batubara melintas di jalan umum,Nomor 643/KPTS/Dishubkominfo/2016 Tanggal 20 oktober 2016 kepada perusahaan Transportir PT Ampera Pulau Kemarau (PT APK).

Jalan Lintas dari Muara Enim menuju arah kota palembang dan Kabupaten Pali pun kembali padat di waktu malam hari.berdasarkan pengamatan transformasinews di lapangan kamis 27/10/16, nampak konvoi Angkutan Mobil Batubara mulai memasuki wilayah kota muara enim pada pukul 18.00 wib, Jalan pun mulai kembali padat, Debu pun terlihat jelas berterbangan dan sangat mengangu pengguna jalan lainnya.

Salah satu Sopir dari Armada Batubara yang berinisial PD(50) yang berhasil Awak Media wawancarai ia Menuturkan bahwa Mobil Batubara yang ia kemudikan akan di bawa ke Dermaga Batubara PT EPI di kabupaten Pali dan berat Tonase batubara yang saya bawa adalah 12 Ton, dan untuk Armada Batubara yang lain itu beragam pak beratnya sekitaran 10-12 Ton.

Katanya, Sedangkan Uang Transport yang saya terima Sekali jalan berkisar Rp. 700.000 – Rp.750.000 Pak. Bersihnya Hanya Sekitaran Rp. 200.000,-/hari, setelah di potong uang minyak, uang makan dan lain lain,ungkapnya.

Lain Lagi apa yang di katakan oleh salah satu masyarakat yang berada di sekitaran Terminal Regional, kamis 27/10/2016,  sebut saja PG(40) yang keseharianya bekerja Sebagai Jasa Penukaran Uang Kecil (uang Ribuan) kepada Para Sopir Armada Batubara. ” Semenjak Izin Baru Ini Keluar Terminal Regional Sepi, Sehingga kami harus bekerja Ekstra untuk menawarkan Jasa Kami itu kepada Para Sopir Truk,katanya.

Karna pihak DLLAJ semenjak Izin Itu keluar Lagi Mereka Tidak Mengizinkan Armada Batubara untuk masuk ke dalam Terminal, apa penyebabnya saya tidak tahu, katanya, Pihak DLLAJ Menutup Jalur Masuk Terminal dengan cara memasang pagar buatan yang terbuat dari Coran Semen, di pintu masuk dan pintu keluar Terminal, sehingga kami harus berjaga di pinggir jalan, untuk menawarkan jasa kami tersebut, ungkapnya.

Dari Pantauan transformasinews di Lapangan, semenjak Izin dari Gubernur di keluarkan kembali,  Terminal Regional Tidak ada lagi petugas yang berjaga jaga di Pos, seperti hari hari sebelumnya, apa penyebabnya kami belum tahu, karna sampai dengan Berita ini di terbitkan Pihak DLLAJ belum bisa di pintai keterangan lebih lanjut.

Laporan: Deni

Editor: Amrizal Aroni

Posted by: Admin Transformasinews.com