
Sebuah truk angkutan batubara mogok dan berada persis di tengah Jalinsum, hingga membuat penggguna jalan lainnya kesulitan melintas, Jumat (12/12). FOTO: sripoku.com/tommy sahara
TRANSFORMASINEW, MUARA ENIM. Masih maraknya angkutan batubara yang melintas di jalan raya di seputaran kabupaten Muaraenim, mendapat kritikan pedas dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muara Enim, Kasman MA.
“Sekarang ini kondisi jalan lintas dari Muara Enim menuju Palembang banyak yang rusak. Kemacetan hampir terus terjadi setiap hari hanya gara-gara truk batubara. Kalau ada rencana pemerintah, baik pusat maupun provinsi ingin memperbaiki jalan lintas. Saya menganggap mubazir saja, percuma hanya menghabiskan uang negara kalau angkutan batubara masih bebas melintas di jalan umum,” katanya.
Ia mengatakan jika ingin diperbaiki dan bermanfaat untuk masyarakat, angkutan batubara tidak boleh lagi melintasi di jalan umum.
“Menurut saya angkutan batubara memang harus benar-benar distop melintas di jalan umum, sebab tidak ada manfaatnya sama sekali untuk masyarakat,melainkan hanya menyusahkan masyarakat saja.” tegas politisi asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.
Dikatakan Kasman, keinginan tidak ada lagi angkutan batubara melintasi jalan umum ini merupakan keinginan dari sebagian besar masyarakat.
“Sudah banyak masyarakat mengeluhkan angkutan batubara, mulai dari kemacetan yang sering terjadi setiap hari, kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa, hingga jalanan dipenuhi debu batubara dan jalan lintas yang rusak,” ungkapnya.
Sekarang ini menurutnya dengan banyaknya angkutan batubara, Muara Enim ini sudah dalam keadaan darurat.
“Sekarang ke Palembang tidak bisa lagi ditempuh dengan waktu 3-4 jam, bahkan bisa berangkat pagi datang pagi lagi kalau sedang terkena macet panjang, terkadang kasihan jika ada keadaan warga yang membutuhkan perjalan cepat,seperti ambulan yang membawa pasien yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat, sudah banyak ambulan yang juga ikut-ikutan terjebak macet,” katanya.
Masih kata Kasman, saat ini masyarakat menunggu janji gubernur Sumsel bahwa jalan khusus angkutan batubara akan segera beroperasi.
“Yang informasinya April ini sudah bisa digunakan. Apalagi setahun lalu, gubernur sudah meninjau langsung jalan khusus batubara. Harapannya jangan hanya sekedar janji-janji, pengusaha yang menikmati hasilnya dan masyarakat dikorbankan hanya untuk kepentingan pribadi oknum tertentu. Cobalah sesekali pejabat Sumsel turun ke Muara Enim lewat jalan darat, jangan menggunakan helikopter. Biar bisa merasakan kemacetan dan rusaknya jalan di Kabupaten Muara Enim. Bayangkan, jalan dalam kota Muara Enim saja dalam kondisi rusak parah dan ini tentu saja bisa mengurangi keindahan tatanan kota.” terangnya.
Jadi tambahnya selagi angkutan batubara bebas melintas. Perbaikan jalan akan menjadi sia-sia dan menghabiskan uang negara saja.
“Sebab setelah diperbaiki, seminggu atau sebulan kemudian akan rusak lagi, penyebabnya tidak lain oleh angkutan batubara,” pungkas Kasman.
Sementara itu,Heru (35) warga Kelurahan Pasar III Muara Enim juga mengeluhkan kondisi jalan lintas Muara Enim menuju Palembang yang rusak parah dan itu semua di akuinya sebagian besar kerusakannya disebabkan oleh angkutan batuabara.
“Memang sudah tidak layak lagi angkutan batubara melintasi jalan umum, sebab hanya merugikan masyarakat saja mulai dari kemacetan hingga kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa. Pihak provinsi dan pihak terkait, harus tegas jangan hanya dibiarkan saja angkutan batubara bebas melintas,” keluhnya.
SUMBER:TRIBUNSUMSEL/AR
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi