48 Titik di Jalan Lintas Sumsel Rusak

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat rapat koordinasi lintas sektoral persiapan Operasi Ramadniya 2017 di Auditorium Bina Praja Sumsel. FOTO-HUMAS PEMPROV SUMSEL

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kamis (15/6/2017) mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi lintas sektoral persiapan operasi Ramadniya Musi 2017 yang dilakukan Polda Sumsel dengan Provinsi Sumsel diketahui jika terdapat 48 titik Jalan Lintas di Sumsel terdapat kerusakan.

Diungkapkan Kapolda, dari itu ia meminta kepada pihak Pemda apabila sampai arus mudik lebaran perbaikan kerusakan jalan tersebut belum selesai agar dipasang tanda peringatan supaya pengguna jalan dapat waspada dan berhati-hati saat melintasi jalan yang rusak tersebut.

“Memang untuk 48 titik jalan yang rusak tersebut saat ini sedang dalan proses perbaikan, kalau belum selesai sampai arus mudik kita harap Pemda memasang tanda peringatan, terutama di jalan yang rawan longor,” ujar Kapoda usai menggelar pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Sumsel.

Masih dikatakan Kapolda, dalam rapat tersebut juga dipastikan jika dalam operasi Ramadniya Musi 2017 sebanyak 4000 lebih personil gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik lebaran tahun ini.

“4000 lebih personil tersebut terdiri dari: 2446 personil dari anggota kepolisian dan sekitar 2209 personil dari Pemprov Sumsel. Selain itu disepanjang jalan lintas kita juga mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan,” tandas Kapolda.

Dalam rangka upaya cipta kondisi antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat saat menghadapi Hari Raya Idul Fitri mendatang maka jajaran Polda Sumsel melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral persiapan operasi Ramadniya Musi 2017 tingkat Provinsi Sumsel.

Rapat koordinasi (Rakor) yang dibuka lansung oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Auditorium Bina Praja Sumsel, Kamis pagi (15/6/2017).

Gubernur Alex Noerdin saat membuka rapat mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya rakor ini, dimana Kapolda memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk menggelar rakor yang selama ini dilaksanakan di Mapolda, sekarang dilaksanakan di Kantor Gubernur.

Dirinya melaporkan kepada Kapolda Sumsel bahwa Sumsel, menerima kunjungan tamu penting sekaligus pertama yakni Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi dan Wakil Presiden Inasgoc Muddai Madang.

Kemudian Alex juga melaporkan bahwa sebelumnya ia menggelar apel siaga transportasi menjelang lebaran. Ada yang menarik dari apel gabungan tersebut, dimana tahun depan ia mengungkapkan ada penambahan sektor yaitu sektor Light Rail Transit atau sering disebutnya dengan ‘sepur dipucuk’.

“Rakor lintas sektoral operasi (ops) Ramadniya Musi 2017 hari ini (kemarin) yang ingin kita capai adalah, bahwa menjelang lebaran baik itu operasional transportasi, arus mudik, pengamanan, dan sebaginya bisa berjalan dengan tertib, aman dan nyaman, stock BBM diprioritaskan di jalur-jalur mudik, Insya Allah untuk di Sumsel BBM tidak bermasalah karena kilang minyak itu ada di Sumsel,” tegasnya.

“Tadi disebutkan Kapolda kita akan segera mempunyai kampung CCTV, sekarang yang terbaik di Indonesia itu Makassar yang memiliki, dengan tekad Kapolda kita, kita membangun lebih baik dari Makassar, sehingga wajah-wajah teroris dan DPO bisa tertangkap disini, jadi ini mungkin yang tercanggih.

Saya sampaikan disini pula Pemprov Sumsel telah mendapat sponsor untuk membangun CCTV di seluruh kawasan Jakabaring, dan ini juga dioperasionalkan bersama dengan polisi,” ungkap orang nomor satu di Sumsel ini.

Sementara rakor dipimpin langsung kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Dilaporkan Kapolda jumlah personil yang terlibat dalam Operasi Ramadniya Musi 2017 ini sendiri sebanyak 4.758 personil yang dikerahkan, baik itu personil dari Polri maupun instansi samping.

Sedangkan untuk penggelaran pos sebanyak 115 unit. Dalam laporannya kepada Gubernur Sumsel, hal yang dicapai oleh jajaran Polda berhasil mengunggkap kasus 3 C ( curat, curas dan curanmor) sebanyak 549 orang dengan jumlah perkara 449 kasus.

Secara rinci dijelaskannya, untuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba jumlah kasus terdapat 335 perkara, jumlah tersangka 433 orang dengan barang bukti yang disita sabu sebanyak 6.604,39 gram, ganja 21,151,26 gram, ekstasi mencapai 21.280 butir.

“Jadi kita tidak main-main untuk meyakinkan masyarakat Sumsel, lebih-lebih dalam mengutamakan keamanan masyarakat, guna melindungi dan mengayomi masyarakat, sehingga upaya cipta kondisi sesuai yang diharapkan, operasi ini memang operasi kemanusiaan, kita menggelar 115 pos untuk bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya

Dalam kesempatan ini juga Kapolda Sumsel mengundang sekaligus meminta Gubernur Sumsel, untuk menjadi inspektur upacara pada hari senin tanggal 19 Juni dalam rangka menggelar operasi Ramadniya Musi 2017 di Halaman Mapolda Sumsel.

Sumber: KoranSN.com

Posted by: Admin Transformasinews.com