74 Posko Disebar di Jalur Mudik Sumsel

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. DINAS Perhubungan Provinsi Sumatra Selatan sudah memetakan posko dan rest area untuk para pemudik khususnya di wilayahnya menjelang arus mudik tahun ini. Direncanakan akan ada total 74 posko tersebar di seluruh Sumsel dengan melibatkan 1.890 personil Dishub se-Sumsel.

“Posko utama ada di Kantor Dishub Sumsel disertai dengan Posko Pembantu yang ada di beberapa titik di kabupaten/kota. Terminal tipe A memang bukan memang wewenang provinsi lagi tapi akan dijadikan rest area,” kata Kepala Dishub Sumsel, Nasrun Umar usai apel gelar pasukan kesiapan angkutan lebaran di Terminal Alang-Alang Lebar, Rabu (14/6).

Ia menyebutkan prediksi pemudik tahun ini mencapai 535.329 orang dengan berbagai macam angkutan, dari darat, laut dan udara. Menurut Nasrun, hal ini mengalami kenaikan dari 2016 yakni sebesar 3,06%.

“Tahun ini arus mudik sudah mulai H-10, memang lebih panjang dari tahun sebelumnya yang biasanya H-7. Ini karena sebelum H-7 pemudik sudah mengalami lonjakan sehingga kita putuskan H-10,” tambah Nasrun.

Diakuinya, H-5 lebaran nanti diprediksi akan menjadi puncak arus mudik.

Terhadap tarif angkutan, lanjut Nasrun, tidak akan mengalami kenaikan tarif (tuslah) karena di Sumsel sudah tiga tahun ini tidak mengalami tuslah dan menggunakan tarif atas dan bawah.

Dari Keputusan Gubernur Sumsel Nomor: 272/KPTS/DISHUBKOMINFO/2016, tarif dasar Rp124,95 /penumpang/km, Tarif batas atas Rp149,93/penumpang/ km, tarif batas bawah Rp99,96/penumpang/km.

“Jika ada masyarakat yang menemui adanya kenaikan tarif, bisa melapor, dan kami akan berikan sanksi kepada pihak pengelola moda transportasi. Macam-macam sanksi, misalnya sudah dapat peringatan tapi masih saja akan dilakukan penghentian sementara, izin trayek dicabut tergantung seberapa besar pelanggaran yang dilakukan,” ungkapnya.

Nasrun mengimbau kepada para pemudik agar memperhatikan jalan-jalan yang dianggap rawan baik kecelakaan maupun rawan bencana. Misalnya lokasi rawan kecelakaan dan longsor di Sugiwaras-kabupaten Lahat, Tebing Tinggi-Tanjung Raya, Tanjung Raya-batas Provinsi Bengkulu dan lain sebagainya.

“Akan ada alat berat yang di standby-kan di daerah rawan bencana serta beberapa mobil derek yang dipersiapkan,” kata dia.

Pihaknya juga menyiapkan sebanyak 11 unit mobil derek yang berada di sepanjang jalur mudik.

“Ini tentu tetap bekerja sama dengan instansi terkait,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengingatkan pergerakan angkutan secara massal akan dapat mengakibatkan dampak polusi udara yang besar. Untuk itu, ia berharap dapat menciptakan transportasi yang ramah lingkungan atau Go Green.

“Kepada seluruh petugas agar dapat berperan aktif selama menjalankan tugasnya sehingga kendala-kendala yang dihadapi dapat diatasi seperti sulit memperoleh tiket, percaloan, kemacetan lalu lintas, bencana alam dan gangguan keamanan dapat diatasi,” tegas Alex.

Disamping itu, Alex meminta kepada seluruh jajaran Dishub dan instansi terkait untuk secara sungguh-sungguh melaksanakan tugas yang mulia ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing baik di lini administratif maupun operasional.

Ia menegaskan tidak perlu ragu untuk memberikan sanksi jika memang ada pelanggaran seperti bus yang tidak laik dipaksa untuk berjalan dan lain sebagainya.

“Semuanya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para penumpang yang dari Palembang maupun di manapun,” tandasnya.

Sumber:Mediaindonesia.com (OL-6)

Posted by: Admin Transformasinews.com