
TRANSFORMASINEWS, MARTAPURA. Petani di Desa Pandan Agung, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur mengeluhkan jaringan irigasi tersier yang tidak mengalir sejak selesai dibangun satu tahun lalu.
Padahal jaringan tersier irigasi Muncak K
abau yang mengairi ribuan hektare (Ha) Lahan sawah petani baru diresmikan oleh menteri Pertanian beberapa minggu lalu.
Meskipun balai besar wilayah sungai sudah menjanjikan dan menjamin pasokan air pada irigasi Muncak Kabau, namun kenyataannya masyarakat sebagian besar masih memanfaatkan dan mengharapkan air hujan untuk pengairan lahan sawah mereka.
Sementara pendapat Amrizal Aroni Ketua Lsm-Indoman yang merupakan asli putra Muncak Kabau memlakukan pemantauan sejak irigasi Muncak Kabau dibangun ada rasa senang dan kecewa karna proyek ini sudah terindikasi tidak beres sejak awal “diduga kuat saat pembangunan irigasi tersebut sudah banyak penyimpangan baik dari pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaan awal hingga kualitas hasil pekerjaan diguga kuat dibawah standar kualitas yang ditentukan alias asal dikerjakan yang penting perkerjaan tersebut tidak fiktif.
Ini terbukti dengan tidak mengalirnya air melalui saluran tersier akibat banyaknya saluran patah, pecah/Jebol dan retak-retak sehingga air mengalir tidak maksimal mengairi persawahan.
Kami menduga dengan terbengkalainya saluran tersier ini pihak Balai Besar Wilayah Sungai mengunggu ajuan dana perbaikkan belum turun, seharusnya ini tidak perlu terjadi bila pihak kontraktor dan pengawas bekerja sesuai standar kualitas yang tertera pada dokumen kontrak.
Kasus pembanunan Irigasi Muncak Kabau ini harus di lakukan pemeriksaan, baik hasil pekerjaan sesuai atau tidak dengan dokumen kontrak terhadap hasil pekerjaan yang telah selesai ini harus tindaklanjuti oleh penegak hukum, diduga kuat berpotensi merugikan keuangan negara raturan miliar, mengingat proyek irigasi Muncak Kabau memakai dana APBN dan bantuan luar negari mencapai Triliunnan”.
Kami LSM-INDOMAN dan warga sedang melakukan pengecekan dilapangan daerah mana saja yang terjadi kerusakan saluran irigasi tersiernya, baru akan dilaporkan Ke Presiden, Mentri Pertanian, Mentri Keuangan, Kajagung, Mabes Polri dan KPK minta untuk menindak lanjuti Kasus tersebut, nanti LSM-INDOMAN bersama masyarakat petani yang dirugikan akibat tidak mengalirnya air irigasi tersier akibat rendahnya kualitas kekerjaan pembangunan saluran inigari yang dihahilkan. ujar Amrizal aroni
“Irigasi ini selesai dibangun sudah satu tahun lebih, Bahkan sudah diresmikan oleh menteri. Kami sudah melaporkan hal ini kepada pemerintah, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda saluran irigasi yang mengaliri irigasi tersier akan segera mengairi lahan sawah petani,” ungkap Kades Pandan Agung Bambang dikonfirmasi Senin (27/4/2015) kondisi yang sama juga dialami oleh Desa Kartanegara, Kecamatan Madang Suku II . Saluran irigasi tersier yang melintas persawahan penduduk terlihat tidak ada air dan sudah ditumbuhi rumput liar, berlumut dan serta ilalang .(TRIBN/AR)
