
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG- Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api – Api Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan sumber dana APBN dan APBNP tahun 2015 yang menelan dana Rp. 28,4 Miliar lebih diduga sarat penyimpangan. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan diminta turun tangan
Hasil Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api Kabupaten Banyuasin Prov. Sumatera Selatan sumber dana APBN dan APBNP Tahun 2015 yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang diduga keras menyimpang dari kontrak. Volume pekerjaan yang terpasang dilapangan disinyalir tidak sesuai dengan volume dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Informasi/data yang dihimpun media, pada akhir tahun 2015 lalu, Ditjen Hubla Kemenhub melalui Satuan Kerja KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS II PALEMBANG melaksanakan 2 paket Pekerjaan Konstruksi PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN LAUT TANJUNG API-API, yakni Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api – Api, sumber dana APBN 2015. Pelaksana PT. SUMATERA INDAH INDONESIA dengan Nilai Kontrak sebesar Rp. 9.009.109.000,-.
Dan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api, sumber dana APBNP 2015, Pelaksana PT. CEMERLANG SAMUDRA KONTRINDO dengan Nilai Kontrak Rp. 18.322.829.000,-.
Adapun Pekerjaan yang harus dilaksanakan berupa Pengadaan dan Pemancangan Tiang Pancang Diameter 40 Cm dengan Kedalaman rata-rata 40 Meter atau 4 Batang Tiang Pancang per Titik dan Pengadaan dan Pemancangan Tiang Pancang Diameter 60 Cm dengan Kedalaman rata-rata 30 Meter atau 3 Batang Tiang Pancang Per Titik
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut relatif sangat singkat, hanya sekitar 50 hari kalender. Penandatangan Kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Penyedia Jasa dilaksanakan pada awal November 2015 dan berakhir pada akhir Desember 2015.
Hasil Investigasi DETEKTIFSWASTA bersama LSM. OBOR di lapangan (11/04/2016) menemukan, kedalaman Tiang Pancang Diameter 40 Cm yang terpasang diperkirakan hanya berkisar antara 25 Meter s/d 30 Meter atau rata – rata 3 (tiga) batang per Titik Tiang Pancang.
Sedangkan untuk Tiang Pancang Diameter 60 Cm, kedalamannya hanya bekisar 18 Meter s/d 20 Meter atau rata-rata 2 (Dua) per Titik Tiang Pancang
Sementara jumlah titik Tiang Pancang yang dikerjakan di lapangan berjumlah sekitar 522 Titik berada dalam satu lokasi. Tidak ada pembatas Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Sumatera Indah Indonesia dan PT. Cemerlang Samudra Kontrindo
Menurut seorang laki-laki yang mengaku bernama Toni yang ditemui lokasi pekerjaan Tanjung Api-Api, 2 paket pekerjaan tersebut dikerjakan bosnya bernama Pet dengan memakai PT. Cemerlang Samudra Kontrindo dan PT. Sumatera Indah Indonesia. “Saya pelaksana lapangan, pekerjaan ini kami selesaikan hanya dalam waktu satu bulan lebih”, kata Toni.
Mengenai kedalaman tiang pancang menurut Toni untuk diameter 40 Cm rata-rata hampir 40 Meter, dan untuk diameter 60 Cm kedalamannya rata-rata 30 Meter
Ketua LSM OBOR, Munson Pasaribu mengatakan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api itu sudah dilaporkan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Dirjen Perhubungan Laut, Irjen Kementerian Perhubungan dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang.
“Karena permasalahan ini cukup serius dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehari-seharinya bertugas di Ditjen Hubla Jakakarta maka laporan saya antarkan langsung ke kantor Kemenhub, Jakarta pada 13 April 2016 lalu.
Inti laporan meminta agar Menteri Perhubungan menurunkan Tim ke lapangan, sebab bila dugaan penyimpangan tersebut terbukti benar sementara Pekerjaan sudah dibayar lunas 100 % sesuai Nilai Kontrak/Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Negara akan rugi sekitar 30% sampai dengan 33% dari Nilai Kontrak atau berkisar antara Rp. 8,5 Miliar s/d Rp 10 Miliar. Dan disamping kerugian keuangan negara juga akan berpengaruh terhadap ketahanan bangunan ke depan”, kata Munson
LELANG TAHUN 2016 DIARAHKAN ?
Informasi terbaru yang dihimpun media, saat ini Pokja ULP pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang sedang melaksanakan pelelangan Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api dana APBN tahun 2016 dengan nilai HPS Rp. 19.477.019.000,-.
Sesuai data yang dikutip dari LPSE. Kemenhub, tahapan pelelangan diawali dengan Pengumuman Pascakualifikasi dan Download Dokumen Pengadaan mulai tanggal 01 – 07 April 2016, Pemberian Penjelasan tanggal 04 April 2016 dan Upload Dokumen Penawaran mulai 05 April 2016 pukul 00:00 sampai dengan 08 April 2016 pukul 08:00.
Ada 37 perusahaan yang mendaftar (Download Dokumen Pengadaan) tetapi hanya 6 perusahaan yang meng-Upload Dokumen Penawaran yakni:
-PT. Cemerlang Samudra Kontrindo (Medan) harga penawaran Rp. 17.973.323.000,-,
-PT. Sentra Mulitikarya Infrastruktur (Bandung) harga penawaran Rp. 18.135.309.000,-,
-PT. Sumatera Indah Indonesia (Medan) harga penawaran Rp. 18.304.260.500,-,
-PT. Total Kinerja Mandiri (Pekanbaru) harga penawaran Rp. 18.403.359.000,-,
-PT. Hari Jadi Sukses (Medan) harga penawaran Rp. 18.963.853.000,- ,
-PT. Perkasa Salju Satria (Dumai – Riau) harga penawaran Rp. 19.826.000.000,- dan tidak satupun perusahaan yang berdomisili di Sumatera Selatan
Sesuai pengumuman pemenang tanggal 13 April 2016, pelelangan tersebut dimenangkan oleh PT. Cemerlang Samudra Kontrindo dengan harga tawaran sebesar Rp 17.973.323.000,-. Tahapan pelelangan memasuki Masa Sanggah dari tanggal 14 April s/d 18 April 2016 pukul 10:00.
Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dan Penandatanganan Kontrak akan dilakukan pada tanggal 20 April 2016 pukul 00:00 sampai dengan 21 April 2016 pukul 23:59.
Dipihak lain, hingga berita ditulis laporan DETEKTIFSWASTA No. 07/Red-DS/W/04/2016 tanggal 12 April 2016 kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang diterima oleh Staf Kemenhub bernama Sulastri (13/04/2016) hingga berita ditulis belum mendapat tanggapan (tim)
Sumber: Detektifsuasta
Posted by: Admin transformasinews.com
