Oknum Pjs Kades Main Tanda Tangan, Sesama Wartawan Adu Mulut

LAHAN YANG DISENGKETAKAN
Lahan yang di sengketakan

TRANSFORMASINBEWS, BANYUASIN.  – Sengketa kepemilikan lahan bisa terjadi dimanapun, namun yang terjadi di Dusun Saluran Desa Merah Mata Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan sedikit unik dan aneh.

Kisah ini bermula dari lahan yang dikuasai PT. Rimba Jaya yang memberikan izin kepada masyarakat di sekitar perusahaan untuk bercocok tanam terutama tanaman padi, dengan perjanjian bila lahan ini kelak akan digunakan perusahaan, maka warga yang berada di lokasi bersedia meninggalkan area tersebut.

Namun nasib malang menimpa seorang janda renta tanpa anak bernama Asna (70), yang telah tinggal di lahan tersebut lebih kurang 30 tahun. Hal ini terjadi karena ulah dari seorang oknum Pjs Kepala Desa Merah Mata Kecamatan Banyasin I berinisial AK yang telah menjual lahan tanah nenek Asna yang luasnya 28 m x 123 m dengan harga Rp40 juta kepada Rusli (43). Celakanya, oknum AK memberikan uang hasil penjualan tanah hanya Rp4 juta kepada nenek Asna.

Dengan sedikit kesal, si nenek mengatakan bahwa sejak tanah ini dijual, dia tidak bisa bersawah lagi. “Saya tidak punya anak, hidup sebatang kara, sekarang tambah susah karena tidak bisa ke sawah lagi,” ungkapnya dengan sedih.

Menanggapi hal ini, Pjs Kades Merah Mata saat dikonfirmasi dan bertemu dengan awak media di halaman depan DPRD Kabupaten Banyuasin, Rabu (19/11/14) kemarin, menyatakan telah menjual tanah atas nama Anton Medan, namun membenarkan telah memberi ganti rugi kepada nenek Asna sebesar Rp4 juta.

“Memang benar nenek Asna saya kasih Rp4 juta, karena dia bersedia meninggalkan area tersebut,” katanya.

Sempat terjadi adu mulut antara seorang wartawan TV nasional dengan wartawan TV lokal (PAL TV) yang mencoba membela oknum AK karena hubungan paman dan keponakan. Karena suasana cukup panas, akhirnya bersama rekan-rekan wartawan TV nasional dan harian, WN mengalah meninggalkan halaman depan DPRD Kabupaten Banyuasin.

Selanjutnya, untuk melacak SPH yang telah diterbitkan oknum AK, konfirmasi kami lanjutkan kepada Sekretaris Kecamatan Banyuasin I via telephone.

“Memang benar dik, saudara AK bukan PNS, kalau untuk SPH coba langsung ke pak camat saja,” katanya dengan tegas.

Sementara itu, Camat Banyuasin I Drs. Hasanul Haq ketika di hubungi ke nomor handphone +6281291140XXX tidak aktif, meskipun sudah dicoba beberapa kali.

Sementara Ketua LSM Ario Carang Kabupaten Banyuasin Darul Qutni menyayangkan sikap yang telah dilakukan oknum AK dengan menggunakan wartawan sebagai bemper, sudah jelas kalau Pjs Kades ini menyalahi aturan.

“Seorang pejabat sementara tidak boleh tanda tangan SPH, apalagi kemudian oknum AK menjual tanah perusahaan PT. Rimba Jaya, dan info yang kami terima oknum AK diduga juga menerbitkan SPH ulang/ganda, dan terlibat dalam penyalahgunaan anggaran bantuan desa yang sedang kami investigasi saat ini,” paparnya kepada wartawan, Kamis (20/11/2014).

Lebih lanjut Darul Qutni mengatakan, luas areal dan SPH yang telah diterbitkan Pjs Kades Merah Mata di duga mencapai 40 hektar.

“Seharusnya pihak kecamatan lebih teliti dalam mengeluarkan SPH, jangan sampai bermasalah di kemudian hari. Temuan kami ada ketua RT yang tanda tangannya dipalsukan oknum AK. Apalagi secara kemanusiaan telah membuat penderitaan bagi nenek Asna yang sebatang kara, yang semakin terhimpit di tengah beban hidup yang semakin berat,” tandasnya.

Selanjutnya, Darul juga mengungkapkan kalau tim LSM Ario Carang Kabupaten Banyuasin juga menemukan pembangunan jalan lingkungan yang lokasinya sesudah PDAM antara dua jembatan dusun saluran dan dusun jerunjung.

“Informasi yang kita terima PPK pembangunan jalan ini oknum AK, jadi siapa di belakang oknum AK, kami minta kepada penegak hukum untuk segera memanggil oknum AK,” pintanya.

Sumbver: (BeritAnda )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.