
TRANSFORMASINEWS.COM, BATURAJA. Masih segar kasus pengerebekan oknum dokter gigi wanita oleh suaminya sendiri tengah berselingkuh dalam rumah sendiri, di Karangsari, Jl Ikebana Ratu Penghulu, RT 04, Dusun VII, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, 17 April 2017 lalu.
Tepat tujuh hari atau sepekan, warga setempat, mulai anak-anak, remaja putra-puteri, laki-laki dan perempuan dewasa hingga kakek nenek, berbondong-bondong meramaikan Masjid An-Nur Elma’arif Billah, Senin malam (24/4).
Di masjid ini, warga di atas tengah menggelar “cuci dusun” effect si oknum dokter gigi berinisial Fn kepergok “indehoy” dengan pria idaman lainnya (PIL). “Cuci dusun” ini juga dihadiri beberapa tokoh masyarakat setempat, yang juga tokoh familiar di bumi berjuluk Sebimbing Sekundang.
Baca terita terkait judul: Perdamaian Resmi Warga Minta Cuci Kampung Pasca Digerebeknya Dokter Selingkuh
Yakni Anggota DPRD OKU Yopi Sahruddin dan mantan Rektor Universitas Baturaja (Unbara) Munajat. Selain sebagai tokoh masyarakat, keduanya juga tercatat sebagai warga di dusun ini. Bahkan kediaman kedua tokoh itu letaknya hanya berkelang rumah saja dari rumah Fn.
Sayangnya, Yopi dan Munajat enggan berkomentar banyak saat ditanya perihal “cuci dusun” atau pun hari H penggerebekan. Munajat juga merupakan ketua pengurus masjid tempat dipusatkannya “cuci dusun”.
“Saya tidak mau komentar. Sama Pak RT-nya saja. Ini bukan urusan masjid,” kata Munajat.
Sementara itu Ketua RT 04, Fadilah, kepada wartawan mengatakan, dipilihnya Masjid An-Nur Elma’arif Billah utuk prosesi “cuci dusun” karena memang masjid ini menjadi pusat kegiatan warganya.
“Ini bukan kegiatan foya-foya. Atas permintaan warga agar dilaksanakan cuci dusun. Tujuannya memberikan efek jera kepada yang bersangkutan agar tak mengulangi perbuatannya di dusun mereka,” jelasnya.
“Begitu pula bagi yang lainnnya, dengan cuci dusun ini bisa menjadi pelajaran untuk tidak berbuat asusila di sini,” sambung Fadilah.
Acara “cuci dusun” kata dia hanya pembacaan surat yasin saja usai sholat maghrib berjamaah. Acara ini mengundang semua warga Dusun VII dengan menyebar undangan resmi.
Sedikitnya 70 an warga dewasa datang dari 100 undangan yang disebar. Belum termasuk anak-anaknya dan kaum remaja. Memang kata dia masjid ini selalu ramai jemaah ketika waktu sholat Magrib dan Isya.
Mereka juga memotong seekor sapi betina sebagai bagian ritua “cuci dusun”. Sapi tersebut dibeli dari uang pemberian drg Fn dan selingkuhannya Ks. Besarnya mencapai 15 juta. “Kalau mereka tidak mau cuci dusun sanksinya akan diusir warga. Jadi ini memang permintaan warga untuk cuci dusun dan itu disanggupi yang bersangkutan,” cetus dia.
Penyembelihan sapi “kurban cuci dusun” dilakukan mereka usai sholat subuh. Kemudian siang harinya sapi tersebut diolah menjadi lauk untuk santapan usai prosesi atau “ritual cuci dusun”.
Sementara itu, pantaun di lokasi, tidak tampak pasangan yang dituduh warga setempat tersebut telah berselingkluh berawal penggerebekan suami drg Fn. Keduanya kata Fadilah memang tidak diundang.
Usai sholay Isya berjamaan, Ketua RT 04 ini sempat menyampaikan pengumuman agar para jamaah tidak buru-buru pulang.
“Diharapkan jemaah tidak langsung pulang. Silahkan dimakan dulu hidangan yang sudah disediakan. Ini halal, yang memberinya mengatakan ikhlas,” pinta Fadilah melalui pengeras suara.
Meski demikian, tampak beberapa lelaki dewasa usai sholat Isya berjamaah memilih langsung pulang. Mereka tidak lagi menyantap hidangan prasmanan yang disediakan sebanyak dua meja di sisi kiri dan kanan teras masjid setempat.
Anak-anak pun terlihat tak sabar untuk antrian mengambil nasi dengan lauk daging sapi yang direndang. Ada pula menu lainnya seperti layaknya hidangan di pesta persedakahan atau perkawinan.
Sumber:Beritatotal (diJee)
Posted by: Admin Transformasinews.com