
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) pegawai di Dinas Pendidikan Sumatera Selatan oleh tim saber pungli Polda Sumsel, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengaku sampai saat ini belum menerima penjelasan resmi dari pihak kepolisian.
“Belum jelas (informasi), saya belum dapat laporan bidang yang mengeluarkan sertifikasi untuk guru,” kata Alex di Griya Agung Palembang, Kamis (20/7/2017).
Alex mengaku belum dapat memastikan sanksi apa yang akan “menghampiri” pegawai yang terkena OTT tersebut.
Yang pasti, lanjut Alex jika memang benar maka akan ada proses hukum.

“Sanksinya kalau salah jelas berhenti,” ungkapnya.
Alex mengaku sudah seringkali menghimbau kepada para pegawai agar bekerja dengan baik termasuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Itu sudah dihimbau setiap apel setiap hari sekarang, yah namanya manusia ya. Tapi saya masih menunggu penjelasan resmi dari pihak kepolisian saber pungli,” ungkapnya.
Alex pula mengatakan tentu ada evaluasi terhadap dinas pendidikan, apalagi dengan adanya kejadian tersebut.
“Coba kita lihat mengapa bisa terjadi. Ada kesalahan itulah gunanya evaluasi,” ujar Alex.
Sibuk Kumpuli Uang Setoran, Wanita ini Terkejut Datang Polisi, Saat Ditangkap Malah Lakukan Hal ini

Program sertifikasi guru jadi ladang uang sejumlah oknum pegawai Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumsel.
Mereka mengutip pelicin kisaran Rp 300-500 ribu dari setiap guru yang mengajukan permohonan sertifikasi. Praktik pungutan liar yang sudah berlangsung sejak lama itu akhirnya terbongkar, Kamis (20/7).
Bemula dari laporan seorang guru kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto melalui SMS hotline.
Disebutkan, para guru yang mengajukan sertifikasi dipaksa untuk memberikan uang melalui seseorang yang ditunjuk sebagai koordinator.
Kapolda pun memerintahkan untuk ditindaklanjuti.
Satu tim diterjunkan untuk melakukan pengintaian di gedung sertifikasi Diknas.
Situasi memang sedang ramai para guru mengurus sertifikasi, sehingga petugas leluasa menyamar masuk ke ruangan.
Setelah satu jam melakukan pengintaian, ternyata benar beberapa guru terpantau memberikan uang kepada koordinator, lalu menyerahkannya kepada operator sertifikasi bernama Asni, yang merupakan PNS di Dinkas Sumsel.
Penangkapan dilakukan.
Asni kaget karena tidak menyadari ada polisi menyamar sebagai guru.
Dari pemeriksaan terhadap Asni di ruang Kabid PTK, diduga permintaan uang ini juga diperintahkan Kepala
Bidang Pendidik dan Tenaga Pendidikan Diknas Sumsel, Syahrial Efenddi.
Asni dan Syahrial kemudian diamankan ke Mapolda Sumsel.
Saat akan digelandang, Asni, yang mengenakan jilbab biru motif bunga-bunga terus berusaha menutupi wajahnya menggunakan sebagian jilbabnya. Ia sama sekali enggan berbicara terkait OTT yang dilakukan polisi sampai masuk ke dalam mobil.
Dua staf Diknas menyusul diamankan.
Dari hasil penyidikan, Asni ditetapkan sebagai tersangka, sementara Syahrial masih berstatus terperiksa.
Dua staf lainnya belum diketahui identitas dan perannya.
Sumber: Tribunsumsel.com/Weni Wahyuny
Posted by: Admin Transformasinews.com
