TRANSFORMASINEWS, KOTA PALEMBANG. Pemerintah kota (Pemkot) Palembang hari ini mendapat kritikan pedas dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Palembang. Kritikan pedas yang diarahkan pada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) kota Palembang tersebut, terlontar saat anggota dewan dari PKB Antoni Yuzar, melakukan hujan interupsi tengah sidang paripurna yang digelar hari ini, Kamis (6//11) terkait dugaan melakukan penyimpangan terhadap laporan kegiatan pada APBD Pemkot Palembang tahun 2014.
Akibatnya, usai sidang Paripurna sejumlah unsur pimpinan DPRD dan Fraksi yang ada melanjutkan pembahasan hal tersebut dalam sidang banmus yang berlangsung secara tertutup.
Dikatakan Antoni Yuzar usai pelaksanaan sidang, interupsi yang dilakukan, semata-mata karena, tugas dan fungsinya sebagai anggota DPRD Palembang, yang mempertanyakan kejelasan dari laporan pembelanjaan yang dilakukan, ada yang diketahui beberapanya, tidak sesuai dari mata anggaran yang telah diindahkan.
“Dugaan kuat, telah terjadi penyelewengan dana pada APBD induk tahun 2014 di Dinas PU CK kota Palembang. Dalam pengeluaran setiap anggaran PU CK harus transparan dan sesuai dengan apa yang diagendakan. Jangan, asal buat,” tegasnya.
Terkait dengan kericuhan yang terjadi, ketua sementara DPRD kota Palembang Darmawan mengungkapkan, apa yang terjadi saat sidang bersama antara DPRD Palembang dengan PU CK tersebut, hanyalah kesalah pahaman.
“Setelah dilakukan pembahasan bersama antara anggota DPRD bersama dengan instansi Pemkot terkait tersebut, dan memang ada sedikit kekeliruan dari laporan yang diberikan PU CK,” katanya.
Saat dibahas dalam Badan Musyawarah tertutup, semuanya telah dijelaskan secara terperinci, dan tidak ada masalah dari yang diperdebatkan tadi.
“hanya salah paham, biasalah dalam rapat,” cetus Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel.
Darmawan menjelaskan, permasalahan yang dimaksud adalah ada beberapa paket pengerjaan dari Dinas PU CK yang telah masuk dalam anggaran, tapi belum juga dikerjakan sampai sekarang.
“Beberapa paket pengerjaan memang belum dikerjakan, dan nilainya tidak terlalu besar seperti yang teman-teman perkirakan. Sekitar 100 jutaan, bukan miliyaran,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas PU CK kota Palembang Anna Heryana menuturkan, kejadian saat rapat pembahasan tadi, hanyalah kesalah pahaman. Dan, pihaknya telah memberikan keterangan kepada anggota DPRD kota Palembang, terkait tuduhan miring yang diungkapkan salah satu anggota dewan.
“Tidak ada masalah, hanya salah paham. Memang paket pengerjaanya baru akan dilakukan November ini sesuai dengan jadwal pengerjaan yang tertera,” singaktnya.
Sumber: [RMOL]