Tongkang Batubara Tabrak Tiang Jembatan Ampera

AMPERA – Sebuah kapal tongkang membawa batubara bertonase besar menabrak Jembatan Ampera, Rabu (17/5/2017), sekitar pukul 10.00 WIB . Tampak beberapa kapal berusaha mengevakuasi tongkang dengan mendorong dan mengembalikan tongkang batubara ke jalur lintasannya. (Foto-Ferdinand/Koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Tongkang ARK 04 bermuatan batubara yang ditarik Kapal Tugboat Tunda Tanjung Buyut 02, Rabu (17/5/2017) pukul 10.00 WIB menabrak salah satu tiang Jembatan Ampera. Berutung tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, namun salah satu tiang jembatan yang berada di bawah jembatan tampak retak.

Selain itu, satu speedboat yang belakangan diketahui milik Yani, terbalik lalu tenggelam kerena diduga sempat tersenggol oleh Tongkang ARK 04 bermuatan batubara tersebut.

Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol Christopher Salohot Panjaitan mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat Tugboat Tunda Tanjung Buyut 02 yang dinahkodai Saefudin menarik Tongkang ARK 04 bermuatan batubara.

Disaat berlayar melintasi perairan Sungai Musi tepatnya di kawasan perairan 22 Ilir atau tak jauh dari Benteng Kuto Besak (BKB), tiba-tiba angin hidroulix pendorong gigi dan penggerak proveler (kipas) tugboat mengalami kebocoran, sehingga mengakibatkan proveler Tugboat Tunda Tanjung Buyut 02 tidak bisa berfungsi.

“Karena proveler tidak bisa berfungsi hingga Tongkang ARK 04 bermuatan batubara tidak terkendali. Bahkan saat kejadian, tali penarik tongkang putus hingga membuat tongkang kanyut terbawa arus sungai yang deras dan akhirnya tokang tersebut menabrak dua tiang vendor (pelindung) yang ada di dekat Jembatan Ampera,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kasat, pihaknya yang mendapati informasi kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Dikarenakan, posisi tongkang saat itu melintang, hingga membuat arus lalu lintas perairan Sungai Musi menjadi terganggu.

“Sekitar 2 jam lebih tongkang tersebut dievakuasi dengan menggunakan 7 tugboat dan kapal besar. Tidak ada korban jiawa akibat kejadian ini, namun satu speedboat milik seorang warga bernama Yani terbalik lalu tenggelam, hal itu dikerenakan saat tongkang batubara itu talinya putus dan tongkang kanyut dengan posisi melintang, speedboat diserangi Yani ini sedang melintasi lokasi, duduga tersengol hingga speedboat itu tebalik lalu tenggelam. Sementara untuk Yani, berhasil menyelamatkan diri,” jelas Kasat.

Disinggung apakah tongkang batubara tersebut melebihi muatan sehingga kejadian tersebut bisa terjadi. Dikatakan Kasat jika saat ini pihaknya belum dapat memastikan, karena polisi masih melakukan penyelidikan.

“Kalau diperkirakan muatannya sekitar 7500 ton sampai 7700 ton. Apakah itu melebihi muatan atau tidak, kita belum mengeceknya, karena kita masih melakukan penyelidikan. Sedangkan untuk Saefudin, yang merupakan nahkoda Tugboat Tunda Tanjung Buyut 02 yang menarik tongkang bermuatan batubara, saat ini kita amankan di Mako Polair Polresta Palembang untuk diperiksa terlebih dahulu,” jelasnya.

Ditanya apakah nahkoda tugboat tersebut bisa dijerat pidana? Dijawab Kasat jika dirinya belum bisa mengungkapkan hal tersebut lantaran pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Masih penyelidikan, jadi belum tahu ada unsur pidananya atau tidak,” tutupnya.

Sementara Salim (45), warga 1 Ulu Laut Kecamatan Kertapati, saksi kejadian tersebut mengungkapkan, jika dirinya merupakan serang speedboat yang setiap harinya mencari penumpang di pinggiran Sungai Musi. Saat kejadian, ia sedang duduk-duduk di dermaga yang berada di bawah Jembatan Ampera menunggu penumpangnya.

“Tiba-tiba dari kejauhan kami melihat tongkang besar itu kanyut terbawa arus, tongkang baru berhenti setelah menabrak dua coran beton pelindung tiang Jembatan Ampera. Bahkan saat menabrak suaranya, ‘berak’ terdengar sangat keras hingga membuat masyarakat yang sedang beraktivitas di bawah Jembatan Ampera panik. Untungnya, Jembatan Ampera ini tidak roboh,” tutupnya.

Sumber:KoranSN(ded)

Posted by: Admin Transformasinews.com