
TRANSFORMASINEWS, PRABUMULIH. Walikota Prabumulih H Ridho Yahya sangat kecewa dan marah karena sejumlah Kepala SKPD absen.
Hal tersebut diungkapkannya sebelum menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Barang Milik Daerah di Ruang Rapat Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, Kamis (2/10),
Kemarahan Walikota ini dipicu banyaknya Kepala SKPD yang tidak menghadiri rapat yang dihadiri perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tersebut.
“Kalau acara ini ingin dibuka oleh Walikota, tuan rumah harus ada di tempat sebagai yang punya hajat. Jangan dibiasakan meremehkan sesuatu dan tak menghargai sesuatu. Coba anda pikirkan bagaimana rasanya kalau anak anda nikah, anda tidak hadir di situ. Enak tidak?” kata Ridho.
Tidak ada alasan bagi Kepala SKPD, lanjutnya, untuk tidak hadir di acara tersebut. Pasalnya pekerjaan Kepala SKPD tidak sebanyak tugas kepala daerah.
“Kalau masalah sibuk, sibuklah walikota daripada kepala dinas. Walaupun saya sibuk melayani masyarakat, saya masih bisa main tenis. Artinya kita bisa membagi waktu. Saya saja bisa nenyempatkan diri datang ke acara ini. Sesibuk apapun kepala dinas, tidak ada alasan untuk mereka tidak hadir di rapat ini,” tandasnya.
Ia menilai, para kepala dinas masih berpegang teguh pada sistem lama; mereka bekerja pada Walikota, bukan bekerja pada Pemerintah.
“Mungkin karena mereka pikir Asisten III yang membuka acara ini, jadi mereka sengaja tidak hadir,” ujarnya.
Seusai acara tersebut, Walikota mengatakan kepada para wartawan bahwa ia akan segera memanggil para Kepala SKPD yang absen.
“Sudah kita catat nama nama mereka. Senin, kita panggil saat upacara, di depan semua pegawai. Karena saya mau semuanya transparan, tak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Sumber: [RMOL]
