– Hancurkan masa depan anak bangsa
– Bentuk arogansi Pemprov Sumsel pada Masyarakat
– Kesalahan rekruitmen pejabat depresi
TransformasiNews. Palembang. Ari Irawan merupakan tulang punggung keluarga dan anak yang patuh dengan orang tua. Lahir di Palembang tanggal 15 bulan Nopember tahun 1993 berasal dari keluarga kurang mampu dan bercita – cita mengangkat harkat hidup keluarga. Menjadi Office Boy dikantor PMD Pemprov Sumsel bukan merupakan cita – cita Ari Irawan namun karena menjadi tulang punggung keluarga pekerjaan tersebut dilakoninya. “Tabah dan Tawakal” sosok Ari Irawan, “semua kehendak yang di atas”, ujar Ari dengan menerawang.
Namun nasib anak manusia tiada yang tahu, pada tanggal 19 bulan Maret tahun 2014 pukul 2 siang terjadi peristiwa yang menghancurkan semua cita – cita Ari Irawan. Ketika Ari menjaga ruangan AW yang merupakan Kepala Kantor / Kaban PMD Prov Sumsel saat pemasangan alat Speedy, tiba – tiba AW masuk masuk ke ruangan dan serta merta mengusir petugas Telkom yang memasang peralatan Speedy.
Saat petugas petugas Telkom tersebut pergi “Ari” masih di ruangan menunggu perintah sang “Majikan” namun bukan perintah yang didapat tetapi caci maki dan pemukulan yang didapat seraya mengeluarkan kata – kata kotor ibarat preman pasar.
Tersungkur dan diludahi saat meninggalkan ruangan Sang Majikan “manusi setengah dewa”. Apo salah aku kak, ujar Ari meratap dan menangis kepada SE. Apo aku ni wong kecik boleh di hina seperti hewan, ujarnya kembali.
Penelusuran terhadap apa dan bagaimana kejadian tersebut menurut persi AW “sang majikan” sulit dikonfirmasi. Sementara kantor PMD Prov Sumsel sangat alergi dengan wartawan. Tiga ring penjagaan untuk menghadap “sang majikan” atau kalau memaksa akan berhadapan dengan anarkisme.
AW yang katanya merupakan kepercayaan Gubernur Sumatera selatan tersebut tak tersentuh hukum dan sangat kejam dengan bawahan. Patut diduga faktor depresi setelah Pilkada Gubernur Sumatera Selatan menyebabkan AW berubah menjadi majikan sangar.
(Berita Bersambung)
