TRANSFORMASINEWS,PALEMBANG- Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Husni Thamrin prihatin dengan kondisi Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi yang kini semakin terpuruk.
“Saya merasa sedih karena cita-cita kita pada tahun 2014-2015 sudah terdapat 200 bus. Kemudian pada tahun depan (2015) bus kota yang habis izin trayeknya tidak diperpanjang lagi untuk diimbangi dengan penambahan bus transmusi beserta koridor,” ujarnya kepada media, Jumat (3/10).
Anggota Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel tersebut menilai, kelalaian maintanance atau pemeliharaan sebagai penyebab dimana penggunaan sistem kanibal di Transmusi yang bisa menyebabkan simtomatik (tidak pada akar masalah) dalam menyelesaikan masalah sementara namun menimbulkan masalah lain.
Untuk itu, kata dia, sekarang perlu dilakukan fit and profer test manajemen transmusi seperti apa yang ia lakukan ketika masih menjabat Palembang.
“Terpenting integritas yaitu cita-cita membangun. Dan saya lihat direksi dulu selain swasta mereka punya usaha dan record yang tidak cacat. Sekarang kita lihat komitmennya untuk memajukan Transmusi dengan fit and profer test,” terangnya.
Intinya, menurut Husni, menyelesaikan masalah Transmusi harus profesional dan proporsional. “Transmusi menjadi keharusan kota metropolitan,” katanya.
sumber:(rmol)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi