KPK: 90 Persen Praktik Korupsi Kolaborasi antara Penguasa dan Pengusaha

WAKIL KETUA KPK
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA.  Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menilai kronisnya praktik korupsi di Indonesia dikarenakan adanya kolaborasi konspirasi antara penguasa dan pengusaha.

Padahal kata Alexander, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) belum mengatur tentang penjeratan terhadap korupsi di tubuh swasta.

“Korupsi kita itu sebagian besar 90 persen lebih itu karena adanya kolaborasi antara penguasa dengan pengusaha, sekalipun Undang-Undang Tipikor kita belum mengatur korupsi swasta,” ujar Alexander di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/8).

Alexander pun menjelaskan kolaborasi konspirasi tersebut telah dipatahkan oleh UU Tipikor.

“Dalam praktiknya kita sudah banyak sekali memproses kalangan dunia usaha swasta d‎engan menggunakan UU Tindak Pidana Korupsi. ‎Dari jajaran direksi atau pengurusnya. Itu karena apa? Karena ada kerja sama dengan penyelenggara negara,” terangnya.

Untuk itu Alex menuturkan, KPK bersama sejumlah kementerian, lembaga negara dan asosiasi pelaku bisnis sepakat membangun praktik bisnis berintegrasi yang bebas korupsi. Kesepakatan ini lahir dalam pertemuan Multi-Stakeholder Dialog Forum.

“Kita undang, kita cari solusi bagaiamana mencegah korupsi di sektor swasta, kita kaji. Banyak yang kita diskusikan,” jelasnya.

Ada lima sektor usaha yang kini menjadi perhatian KPK karena rawan terjadinya korupsi. Kelima sektor itu, yakni kesehatan, migas, kehutanan, infrastruktur, dan pangan.

“Kita mendorong integritas dan profesionalitas. Dalam mencari keuntungan harus profesional, tanpa harus berikan suap atau bermain mata dengan birokrasi,” pungkasnya.

Reporter : Holang

Sumber:Beritahati.com

Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.