HINA PROFESI WARTAWAN DAN LSM, OKNUM GURU DI MUARA ENIM MINTA MAAF.

Ft Dari kanan kekiri Drs Huzairin, Ketua KJM Ijazi Anggota PWI Kailani, Ketua PWI Andi candara, Kepala sekolah SMKN 2, Kepala Kabid Pendidikan dasar Isrhoni

TRANSFORMASINEWS.COM, MUARA ENIM. Drs Huzairin salah seorang guru pengajar di SMKN 2 Muara Enim mengklarifikasi sekaligus menarik kembali ucapannya,yang mana ucapanya tersebut telah menghina profesi wartawan dan LSM yang ada khususnya di Kabupaten Muaraenim.

Dihadapan sekitar 68 Kepala SDN dan puluhan wartawan dan lsm yang bertugas di Muara Enim tepatnya kamis,27/04/2017 di Gudung Sekolah SMKN 2 Muaraenim Huzairin menyatatakan permohonan maafnya . ” Atas nama pribadi saya menyesal dan mohon maaf atas perkataan saya yang telah menyinggung profesi wartawan maupun LSM.

Di depan bapak/ibu dan wartawan serta LSM yang hadirin saya menarik kata-kata yang sempat saya ungkapkan pada kegiatan Bimtek Kepsek SDN pada 27 April 2017,” kata Huzairin.

Yang membuat Wartawan dan Lsm geram dan marah karna Huzairin sebelumya mengatakan kata-kata yang sangat tidak pantas dan cenderung menghina profesi seseorang. “Jangan terlalu dekat dengan wartawan dan LSM mereka adalah semut gatal.

Jika terlalu dekat kita bisa dijadikan mesin ATM, jika kita musuhi bisa menyusahkan kita,” kata Huzairin ketika itu. Ucapan tersebut ternyata didengar oleh salah satu anggota PWI Muara Enim Khairlani.

Yang kemudian langsung menyampaikan hal itu kepada Pengurus PWI Muara Enim. Ketua PWI Muara Enim Andi Chandra bersama pengurus PWI lainnya melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Dengan dimediasi Kepada Sekolah SMKN II Burhanudin, Ketua PWI dan Huzairin dipertemukan. Dalam pertemuan itu Huzairin sudah meminta maaf, namun karena perkataannya disampaikan di Forum yang didengar 84 Kepala Sekolah Dasar Negeri, PWI dan Pimpinan LSM meminta agar Huzairin menyatakan permintaan maaf tersebut didepan para kepsek tersebut.

Hal itu disanggupi oleh Huzairin. Pada hari ini Kamis, (27/04/2017), dengan Izin dari Dikbud Muara Enim sekitar 68 Kepsek hadir dan mendengar langsung Huzairin mencabut perkataannya. Ketua PWI Muara Enim Andi Chandra, pada prinsipnya menerima permintaan maaf tersebut. ” Terimakasih atas niat baik dari saudara Huzairin.

Dengan penyesalan dan permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka ini, saya kira masalahnya sudah clear,” ujarnya. Dia berharap  kejadian seperti ini tidak terulang dimasa yang akan datang.

”Sebagai wartawan, kami melakukan fungsi kontrol kepada pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Kalaupun ada yang ” nakal” itu hanya oknum,” ungkap Andi.

Laporan: Denni Kristian/Transformasinews.com

Editor: Amrizal Aroni

Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.