TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. Membaca judul di atas, timbul pertanyaan, “Setda Provinsi Sumsel sudah punya langganan, nih yee?” Sebetulnya kalimat itu bukan sebuah pertanyaan, tetapi hanya semacam sindiran atau penilaian publik atas perusahaan yang menang lelang.
Dimana pemenang lelang perusahaan selalu yang itu itu saja. Memang perusahaan yang lain dan lebih bagus tidak tersedia atau tidak ikut lelang? Sehingga yang harus menang “perusahaan dia lagi…, perusahaan dia lagi.
Tetapi, terlalu diskriminasi bila hanya menyalahkan pihak perusahaan pemenang lelang. Seharusnya kita melihat juga perbuatan Biro Umum dan Perlengkapan Setda (Sekretariat Daerah) Provinsi Sumsel, yang selalu memenangkan perusahaan yang sama dalam lelang setiap tahunnya.
Dan, apa yang dilakukan oleh Setda Provinsi Sumsel dalam proses lelang ini terkesan seperti tidak masuk akal, bisa menimbulkansebuah kecurigaan.
Untuk diketahui, Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel pada tahun 2017 dan tahun 2016 melakukan lelang pengadaan “belanja premi asuransi barang milik daerah Setda Provinsi Sumsel”.
Selanjutnya pada tahun 2017 realisasi belanja premi asuransi menghabiskan anggaran sebesar Rp. 252 juta, sedangkan realisasi pada tahun 2016 menghabiskan anggaran lebih mahal, yaitu sebesar Rp. 341 juta.
Adapun perusahaan yang selalu menang lelang, baik pada tahun anggaran 2017 dan tahun 2016, dalam proyek milik Setda ini adalah PT. Malacca Trust Wuwungan Insurance, yang beralamat di Chase Plaza Lt.8 Jalan Jenderal Sudirman Kav.21 Jakarta Pusat.
Jadi, dengan adanya dugaan langganan perusahaan pemenang lelang ini, bisa menjadi pintu masuk buat aparat hukum untuk melakukan penyelidikan atas kasus lelang premi asuransi milik Setda Provinsi Sumsel.
Apalagi ada kejanggalan dalam hal penawaran harga dari perusahaan pemenang lelang. Dimana harga penawaran pada tahun 2017 lebih murah bila dibandingkan dengan harga penawaran pada tahun 2016.
Maka untuk itu, dipersilahkan kepada Kejaksaan Agung atau KPK, untuk melakukan penyelidikan atas kasus premi asuransi milik Setda. Monggo dipanggil Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, untuk diperiksa dan dimintai keterangannya.
Sumber:Klikanggaran.
Posted by:Admin Transformasinews.com
