Kapolda Sumsel Lantik 3 Pejabat Utama, dan Tujuh Kapolres

Kapolda Sumsel Lantik Tujuh Kapolres
Suasana sertijab di Gedung Catur Sakti Polda Sumsel, Rabu (22/4/2015). Foto:SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG – Tiga pejabat utama dilingkungan Polda Sumsel, dan 7 Kapolres jajaran Polda Sumsel, kemarin (22/4), sekitar pukul 09.00 WIB, resmi diganti. Serah-terima jabatan alias pelantikan digelar di Gedung Catur Sakti Polda Sumsel, yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjend Pol Iza Fadri.

Dihadapan pejabat utama dan seluruh Kapolres jajaran Polda Sumsel, Iza Fadri menekankan, kepada seluruh pejabat yang baru diganti dan Kapolres kedepan, untuk lebih memprioritaskan menekan kejahatan konvensional, seperti  Curat, Curas, penganiayaan, yang saat ini lebih dikenal dengan begal.

“Ini menjadi perhatian kita semua, karena sifatnya kejahatan ini seperti balon, disatu sisi akan mengembang ke sisi lain. Hasil analisa dan evaluasi, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terjadi didominasi tindak kriminalitas atau kejahatan konvensional,” tegasnya.

Hal ini patut menjadi perhatian kita bersama untuk diambil langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum yang konsisten. Salah satu untuk melaksanakan kegiatan operasi rutin yang ditingkatkan dengan sasaran segala bentuk premanisme.

“Sehingga untuk pejabat dan kapolres yang baru, segera melakukan langkah-langkah yang riil, termasuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada dan pembinaan terhadap anggota, dan yang tidak kalah pentingnya melakukan pembinaan terhadap masyarakat,” ungkap Iza.

Diterangakn Iza, pergantian jabatan dilingkungan Polri khususnya  Polda Sumsel, agar kedepannya mampu membawa angin segar, baik dilingkungan Polri maupun masyarakat,  termasuk juga meningkatkan disiplin. “Tanpa disiplin keberhasilan sulit ditorehkan, tuntutan pelayanan cepat tepat dan tuntas tidak dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya seraya mengatakan pergantian jabatan juga pengembangan karir dan pengembangan cakrawala, pergantian juga bukan hanya di lingkungan Polri melainkan bagi masyarakat luas.

Dirreksrim Um Polda Sumsel Kombes Pol Sumarso mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah perangi  premanisme, baik itu yang ada perkebunan, pertambangan termasuk pungutan liar dan juga mafia tanah. “Akan kita tindak sesuai dengan prosedur. Dan juga akan kita tindak lanjuti apa yang ditekankan oleh pimpinan itu yang akan kita prioritaskan  kejahatan konvensional,” tegasnya.

Ketiga pejabat dan tujuh Kapolres yang diganti, yakni Dirreskrimum Kombes Pol Sumarso, sebelumnya menjabat Kabagtahti Rorenmin Bareskrim Polri, mengantikan Kombes Pol Edhy Moestofa. Edhy sendiri diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirreskrim Sus Polda Jateng. Kombes Pol Jacobes Alexander Trisela sebagai Dirres Narkoba Polda Sumsel, sebelumnya beliau menjabat Kabag Renlat Bid Akademik Stik Lemdikpol, menggantikan Kombes Pol Dedy Setyo Yudo Pranoto. Dedy diangkat dalam jabatan baru sabagai Kabagrenops Robinops Sops Polri.

Kabid Propam Polda Sumsel AKBP Hendro Wahyudin yang sebelumnya menjabat Kabid Propam Polda Kepri, menggantikan Kombes Pol Johanes Didiek Dwi Priantono. Dikdiek diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirlantas Polda Kaltim.

Sementara itu, Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain  sebelumnya Kasubdit II Ditreskrim Sus Polda Sumsel, menggantikan AKBP Erwin Rachmat, dan Erwin diangkat dalam jabatan baru Kabagrop Rorena Polda Sumsel. Kapolres OKU Timur AKBP Saud Panggabean Sinaga, sebelumnya Kapolres Pagaralam, mengantikan AKBP Hengky Widjaja.

Sedangkan Kapolres Pagaralam dijabat AKBP Hendra Gunawan  sebelumnya Kasubbagnilev Baganev Bidakademik Stik Lemdikpol Polri. Kapolres OKU AKBP Dover Christian sebelumnya Kapolres Lubuklinggau, mengantikan AKBP Mulyadi. Untuk Kapolres Lubuklinggau diisi AKBP Ari Wahyu Widodo, sebelumnya kasat PJR Ditlantas Polda Sumsel.

Kapolres OI AKBP Denny Yonno Putro sebelumnya menjabat Kapolres Prabumulih, menggantikan AKBP Asep Jajat Sudrajat. Sementara Kapolres Prabumulih dijabat AKBP Arief Adi Harsa sebelumnya Kasubbagops Ditipidkor Bareskrim Polri.

“Serah terima jabatan yang baru ini merupakan momentum penting dalam pembinaan karier personel dan sekaligus sebagai upaya memenuhi kebutuhan organisasi. Tentunya, dengan adanya ini untuk menjamin dinamika manajeral serta regenerasi kepemimpinan,” kata Iza.

SUMBER:SRIPOKU.COM/PALPOS/AR