PROPAM AMANKAN UANG Rp Rp.4,784 Miliar DIDUGA HASIL DARI SUAP, KAPOLDA SUMSEL MUTASI TIGA PERWIRA

DIPERIKSA TERKAIT DUGAAN SUAP/RMOLSUMSEL/AAN WAHYUDI

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto memutasi tiga pejabat di Lingkungan Polda Sumsel. Lantaran, diduga menerima suap penerimaan calon anggota Polri, dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh Propam Mabes Polri bersama 5 pejabat Polda Sumsel lainnya.

“Sekarang kan sedang ada pendaftaran penerimaan anggota Polri yang baru. Maka, pejabat yang sedang diperiksa pasti kerjanya tidak maksimal. Sehingga maksimal Mabes Polri sekarang keluarkan mutasi penggantian guna penerimaan Polri obyektif, clear and clean” ungkap Kapolda Sumsel, Agung Budi Maryoto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (31/3).

Agung menambahkan, Propam Mabes Polri tengah meminta keterangan kepada sejumlah perwira Polda Sumsel. Mengenai Standar Operasi Prosedur (SOP) penerimaan calon anggota Polri.

“Tim (Propam Mabes Polri) masih memeriksa. Kami dukung penerimaan Polri yang clear and clean. Jika ada penyimpanan, tentu ada sanksinya” tegasnya.

Mengenai uang senilai Rp Rp4,784 Miliar yang diduga hasil dari suap. Kapolda Sumsel, belum bisa memberikan komentar. Pasalnya, belum mendapatkkan laporan mengenai uang tersebut.

“Sampai dengan sekarang belum dilaporkan ke saya oleh tim Mabes. Untuk yang dimutasi ada 3 personil,” ujarnya.

Propam Mabes Polri Periksa Perwira Polda

Diperiksa Intensif/RMOLSUMSEL/Aan Wahyudi

Propam Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap delapan perwira dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) untuk meloloskan calon anggota Polisi saat mengikuti seleksi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, personil Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumsel menjalani pemeriksaan oleh Propam Mabes Polri sendiri.  Dengan total pungli yang didapatkan oleh Mabes Polri mencapai Rp 4,784 Miliar. Dalam seleksi penerimaan Brigadir polisi tahun anggaran 2016 dan sekolah inspektur polisi sumber sarjana (SIPSS) tahun angkatan 2017.

Perwira yang diperiksa Mabes Polri , yakni Kabid Dokes Polda Sumsel, Kombes Pol Susilo, Kasubdit Kespol Akbp Saiful, Kaur Kes Kompol Masuri, Brigadir Lutfi dan seorang PNS bernama Fitri (panitia Kes).

Selanjutnya, Kabag Psikologi AKBP Ediya Kurnia, Panitia Jasmani AKBP Thoad dan Panitia akademik AKBP Deni Darma Pala juga menjalani pemeriksaan.

Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Achmad Nurda Alamsyah membenarkan, adanya pemeriksaan perwira polisi terkait dugaan pungli oleh Divisi Propam Mabes Polri Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terkait pelanggaran kedisiplinan di Polda Sumsel.

“Masih diperiksa, belum lengkap hasilnya,” katanya, Jumat (31/3).

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Soesilo membantah, jika dirinya bersama personel lain diperiksa atas dugaan pungli. Menurutnya, dirinya hanya diperiksa terkait sistem administrasi kesehatan oleh Mabes Polri.

“Soal uang saya tidak tahu. Hanya pemeriksaan sistem administrasi kesehatan penerimaan calon polisi saja, oleh personil Propam Mabes Polri terkait hasil tes kesehatan calon SIPSS,” ujarnya.

Menurut Soesilo, hasil tes kesehatan calon anggota Polisi SIPSS tersebut kurang puas diterima oleh calon anggota yang mengikuti tes.

“Peserta tes yang gugur itu melapor ke Mabes dan personil Mabes datang kesini untuk menanyakan. Karena menurut calon Polisi tersebut, hasil tes laboratorium di Polda Sumsel berbeda dengan klinik luar,” ungkapnya.

Dengan adanya laporan tersebut. pihaknya tidak tinggal diam dan akan menyamakan standar alat lab Bid Dokkes dengan lab lain agar sinkron dan kejadian tersebut tidak terulang.
“Sistem dan alat di lab kami pun sudah diperiksa mabes dan tidak ada kesalahan,” jelasnya.

Kedepan, pihaknya akan lebih selektif memilih laboratorium untuk penerimaan calon polisi. Sebelum diperiksa kesehatan, seluruh calon menandatangani surat perjanjian persetujuan pemeriksaan.

“Tercantum di perjanjian persetujuan tersebut bahwa hasil pemeriksaan kesehatan Bid Dokkes sifatnya final tidak untuk dipertentangkaan di luar Bid Dokkes,” kata Soesilo.

Sumber:Rmolsumsel/AAN WAHYUDI [rik]

Editor: Amrizal Aroni

Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.