Kapolda Sumsel Janji 6 Perwira Akan Diproses Sesuai Aturan

Warga melintasi sepanduk bertuliskan penerimaan anggota Polri tanpa biaya, di Mapolda Sumsel, Minggu (2/3/2017). (Foto-Ferdinand/Koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, enam Perwira Menengah (Pamen) yang diperiksa Propam Mabes Polri karena diduga melakukan pelanggaran disiplin saat pelaksanaan tes seleksi penerimaan Polri akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurut Kapolda Sabtu lalu (1/4/2017), bahkan saat ini empat Perwira dari enam Perwira yang diperiksa sudah dimutasikan dari jabatan dan kini keempatnya telah berada di Mabes Polri, Jakarta.

“Mereka diproses seuai dengan aturan, tak ada pandang bulu, kalau melanggar. Apalagi saat ini empat dari enam Perwira yang diperiksa sudah berangkat ke Jakarta,” kata Kapolda.

Diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun ke enam Perwira Menengah (Pamen) Polda Sumsel yang diperiksa tim Propam Mabes Polri di Mapolda Sumsel tersebut yakni; Kombes Pol ‘SO’, AKBP ‘EK’, AKBP ‘TA’, AKBP ‘DD’, AKBP ‘SF’ dan Kompol ‘MA’. Selain itu juga turut diperiksa, Brigadir ‘LT’, Bripka ‘IS’, Bripka ‘NU’, Bripka ‘DI’ dan dua PNS yakni, ‘FT’ dan ‘MS’.

Bahkan usai pemeriksaan Jumat 31 Maret 2017 kemarin, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian telah mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) Nomor ST/871/III/2017 yang di dalamnya tertera nama empat Perwira Polda Sumsel yang diperiksa Propam Mabes Polri terkait seleksi penerimaan Polri di Polda Sumsel.

Adapun keempat Perwira yang dimutasikan tersebut yakni; Kabid Dokkes Polda Sumsel yang dijabat Kombes Pol Soesilo Pradoto diganti oleh Kombes Pol dr Tri Yuwono Putra yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Dokkes Polda Sulut sedangkan untuk Kombes Pol Soesilo Pradoto dimutasi sebagai analis kebijakan Madya Bidang Yanma Polri. Kemudian untuk, Kabagpsi ROSDM Polda Sumsel yang dijabat oleh AKBP Edya Kurnia juga dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri dan digantikan oleh AKBP M Fatkul Birri yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagpsi Polda Jambi.

Lalu, Kabagdalpers ROSDM Polda Sumsel AKBP Deni Darmaphala dimutasi sebagai Pamen Polda Sumsel dan digantikan oleh AKBP Agus Andrianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagdalops ROOPS Polda Sumsel. Sedangkan untuk Kabagwatpers ROSDM Polda Sumsel, AKBP Thoat Achmad dimutasi sebagai Pamen Polda Sumsel dan digantikan oleh AKBP Faizal yang sebelumnya menjabat sebagai Koorgadik Gadik SPN Polda Sumsel.

Disinggung terkait TR mutasi keempat Perwira tersebut, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkannya. Jika keempat Perwira tersebut diganti karena diduga melakukan pelanggaran disiplin dalam penerimaan anggota kepolisian di Polda Sumsel.

“Walaupun baru empat Perwira yang dimutasikan namun untuk dua Perwira lainnya akan menyusul dalam TR berikutnya, sebab nantinya akan ada TR susulan,” ujarnya.

Disinggung terkait dugaan penyitaan uang yang nominalnya miliaran rupiah, serta apakah para Perwira yang melanggar tersebut akan juga dijerat dengan hukuman pidana selain sanksi pelanggaran disiplin? Kapolda belum dapat memberikan jawaban dan menyampaikan jika dirinya akan merilisi dugaan pelanggaran disiplin tersebut hari  Senin (3/4/2017).

“Sekarang saya lagi lengkapi dulu data-datanya jadi besok (hari ini) baru akan saya rilis,” tandas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Tim Propam Mabes Polri, Jumat (31/3/2017) memeriksa sejumlah anggota Polda Sumsel terkait dugaan pelanggaran pelaksanaan tes seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) yang telah berlangsung bulan Februari 2017 lalu.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat itu membenarkan adanya kedatangan Tim dari Propam Mabes Polri yang memeriksa sejumlah anggota Polda Sumsel tersebut.

“Ya ada Propam Mabes melakukan pemeriksaan itu. Pemeriksaan dilakukan karena beberapa waktu lalu ada komplain dari keluarga salah satu peserta tentang hasil tes kesehatan saat rekruitmen penerimaan anggota polisi untuk SIPSS Tahun 2017. Karena itulah, Propam Mabes Polri datang melakukan pemeriksaan administrasi untuk mengetahui, apakah dalam seleksi penerimaan anggota SIPSS di Polda Sumsel telah berjalan sesuai SOP nya,” kata Kapolda.

Ditanya terkait dugaan Tim Propam Mabes Polri menyita sejumlah uang yang diduga angkanya mencapai miliaran rupiah ? Dikatakan Kapolda, terkait dugaan penyitaan uang tersebut dirinya mengaku belum menerima laporan.

“Kalau itu tim Mabes Polri belum melaporkan ke saya,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, dikarenakan seleksi SIPSS sudah selesai dan saat ini sedang ada pendaftaran penerimaan anggota polisi untuk Akpol, Tamtama dan Bintara tahun 2017 maka para pejabat yang diperiksa Propam Mabes Polri tersebut saat ini jabatannya telah dimutasikan.

“Yang dimutasi itu karena kerjanya tidak maksimal. Dari itulah Mabes Polri mengeluarkan mutasi pergantian mereka. Mutasi tersebut bertujuan agar penerimaan Polri untuk Akpol, Tamtama dan Bintara yang kini sedang proses pendaftaran, diharapkan dapat benar-benar dilaksanakan clear dan clean,” tandas Kapolda.

Sementara Kombes Pol ‘SO’ salah satu Perwira yang diperiksa tim Propam Mabes Polri membenarkan jika dirinya turut diperiksa terkait proses penerimaan anggota polisi untuk Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).

Namun Kombes Pol ‘SO’ membantah pertanyaan sejumlah wartawan saat mengkonfirmasi terkait Propam Mabes Polri menyita sejumlah uang yang nilainya mencapai miliaran rupiah, yang diduga diamankan darinya.

“Gak ada uang yang disita. Itu gak ada, yang ada hanya pemeriksaan sistem administrasi saja. Pemeriksaan itu dilakukan, karena adanya salah satu peserta SIPSS yang tidak lulus kemudian melapor hingga datanglah tim Mabes Polri melakukan pemeriksaan. Jadi dalam pemeriksaan itu saya hanya diperiksa tentang adminstrasi saja, tidak ada penyitaan uang itu,” ungkapnya saat itu.

Sumber: KoranSN (ded)

Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.