
TRANSFORMASINEWS, PENDOPO – Pasangan calon bupati dan wakil bupati PALI nomor urut 1 H Heri Amalindo dan Ferdian Andreas Lacony (HAFAL), unggul dari real count Pilkada PALI 2015. Dimana dari hasil Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP, pasangan ini unggul 75,02 persen.
Sementara data dari perkecamatan, yakni di Kecamatan Abab, tim Hafal dapat 10.623 suara, paslon nomor urut 2 SUKA 206 suara, dan paslon nomor urut 3 YAMU 1.801 suara. Di Kecamatan Panukal Utara, HAFAL 8.028, SUKA 231, dan YAMU 2.332 suara.
Kecamatan Penukal, Paslon Hafal 10.346, SUKA 402, dan YAMU 2.570 suara. Di Kecamatan Tanah Abang, HAFAL 9.372, SUKA 263, YAMU 5.384 suara.
Sementara Talang Ubi, HAFAL 27.697 suara, SUKA 828, YAMU 7801 suara. Adapun total suaranya, yakni 66.066 untuk HAFAL, SUKA 1.930 suara dan YAMU 19.888 suara.
“Ini hasil real count BSPN dengan persentase surat suara yang masuk 99 persen, dengan total suara masuk 88.700. Dan diperkirakan hasil real count ini tidak jauh berbeda dengan hasil ketetapan KPU, selisih kemungkinan 2,5 persen,” kata petugas BSPN Julius, tadi malam.
Dijelaskannya, data yang diinput, C-1 KWK, dengan menugaskan 1 saksi di masing-masing TPS, meskipun tidak ada saksi di dalam TPS, kita tetapkan saksi pendamping. “Metode yang digunakan metode via SMS, dengan menyiapkan 7 armada untuk menjemput C-1 KWK, dan petugas ditugaskan Kader PDI-P,” terang Julius.
Sementara dari data desk Pilkada Kabupaten PALI, pasangan HAFAL 75.13 persen atau 66.124 suara, pasangan SUKA 2.08 persen dengan 1.743 suara, dan YAMU 22.78 persen atau 20.049 suara.
Metode yang mereka gunakan, sama dengan real count BSPN, yakni melakukan pemantauan dan mengirim data secara langsung dan via SMS. Untuk diketahui, Pilkada PALI Jumlah TPS 311 yang tersebar di 65 Desa, 6 Kelurahan, dan 5 Kecamatan, sementara DPT 129.623 suara.
Heri Siap Menang, dan Siap Kalah
Sementara itu, paslon nomor urut 1 Pilkada PALI Heri Amalindo, didampingi istri Ir Sri Kustina, dan kedua anaknya Rahmad Sahid Amalindo, dan Nurmalia Putri Amalind, turut mendampingi calon wakil bupati Ferdian Andreas Lacony dan istri Sari Ferdian, kemarin (9/12), di TPS 3 Kelurahan Handayani, PALI.
Heri mengklaim, memprediksi dirinya bersama calon wakil bupati Ferdian Andreas Lacony akan meraih 97,1% suara dalam pilkada PALI. Heri yakin masyarakat PALI mempercayakan kepada dirinya untuk memimpin PALI.
Namun kemenangan bukan kemenangan pribadi, tapi kemenangan seluruh masyarakat PALI. “Semoga akan diridhoi Allah,” ujarnya.
Kabar lain dihimpun, dari enam orang kandidat dalam pilkada PALI ini hanya Eftiyani dan Ferdian Andreas Lacony tidak menggunakan hak pilihnya, karena tidak terdaftar dalam DPT dan berstatus sebagai warga Palembang.
Paslon nomor 2 Sukarman melakukan pencoblosan di Desa Sukarami, Kecamatan Penukal Utara, dan wakilnya Almarizan mencoblos di Desa Air Itam, Kecamatan Air Itam. Sementara Mukhtar Jayadi, paslon nomor urut 3 akan mencoblos di TPS 3 Desa Penukal Utara, Kecamatan Gunung Megang.
Terpisah calon bupati PALI nomor urut 3 Eftiyani SH mengatakan, seluruh pasangan calon tentunya berkeinginan yang sama, artinya ingin menang. Sementara pihaknya siap menang dan siap kalah, asalkan Pilkada PALI berlangsung jujur dan adil. “Menang atau kalah kami menerima, asalkan pilkada PALI dilakukan dengan jujur dan adil,” tegasnya.
Pilkada Muratara Sempat Tegang
Di sisi lain, pesta demokrasi di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Mura, dan Muratara, secara umum berlangsung lancar dan aman. Namun tidak demikian di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara. Pasalnya di lokasi ini kelancaran jalannya Pilkada diciderai insiden yang menegangkan.
Berdasarkan informasi dihimpun di lapangan menyebutkan, pemilihan di TPS 2 Air Bening tersebut awalnya berjalan lancar. Hingga datang seorang warga yang tidak masuk di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermaksud melakukan pencoblosan. Namun karena tidak terdata dalam DPT, dan tidak membawa kartu identitas yang jelas, membuat panitia di TPS 2 tidak mengizinkan warga tersebut melakukan pencoblosan.
Sikap tegas yang ditunjukkan panitia di TPS 2 tersebut mendapat dukungan dari tim pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Akisropi Ayub – Andi Wijaya, dan nomor urut 2 Chairul-Siti. Tetapi sebaliknya tim dari paslon nomor urut 3 Syarif Hidayat – Devi Suhartoni, justru bersitegang agar warga tersebut diberikan hak untuk ikut mencoblos. Hal itu tentu saja memancing ketegangan antara tim nomor urut 1 dan 2 dengan tim nomor urut tiga.
Melihat situasi memanas petugas linmas atas nama Toni, yang bertugas mengamankan TPS 2, langsung datang menengahi keributan tersebut, agar tidak berlanjut. Namun bukannya berhasil mencairkan suasana, sebaliknya Toni justru mendapat serangan mendadak di duga dari tim paslon nomor urut 3 yang lain.
Seperti yang diungkapkan Aan, warga Rawas Ilir. “Saya tidak menyaksikan langsung, tapi informasinya saat hansip (anggota linmas) datang ke tengah TPS menengahi, tiba-tiba dia diserang orang dari luar TPS yang diduga dari tim nomor 3,” ungkap Aan.
Selanjutnya dikatakan Aan, anggota Linmas tersebut disarankan oleh panitia dan panwascam yang ada disana untuk melaporkan insiden ke Polres Mura. “Sekarang hansipnya sudah melapor ke Polres,” ujar Aan.
Sementara itu, Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi, melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma, membenarkan telah menerima laporan korban. “Kita hanya menangani masalah tindak pidana umumnya saja, jadi tidak ada kaitannya dengan proses pilkadanya,” tegas Satria. Sementara itu, Ketua Panwaslu Muratara Wawan Putra, tidak berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melalui ponselnya tidak diangkat.
Saling Klaim Menang di Pilkada Mura
Terpisah proses pilkada di Kabupaten Mura, hingga sore kemarin, masih berlangsung aman. Bahkan dari beberapa TPS yang ditinjau langsung oleh Pjs Bupati Mura Riki Junaidi, bersama Kapolda Sumsel Irjend Pol Iza Padri, tidak ditemukan adanya konflik dan insiden serupa di Muratara.
Sementara itu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjend TNI Purwadi Mukson, yang sengaja turun untuk memantau jalannya pilkada secara langsung di beberapa daerah termasuk di Mura dan Muratara, dengan menggunakan helikopter, mendarat di Bandara Silampari, sekitar pukul 12.44 WIB.
Kedua petinggi di Bumi Sriwijaya ini, disambut Penjabat Bupati Mura Riki Junaidi, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, Penjabat Muratara Agus Sugiantoro, dan Dandim 0406 Letkol Arm Wiwin Sugiono.
Dari bandara rombongan langsung meluncur menuju ke pendopoan Bupati Mura. Disini bergabung pula Kapolda Sumsel Irjend Pol Iza Padri yang sudah sehari sebelumnya melakukan pemantauan.
Rombongan sempat beritirahat sejenak untuk makan siang dan selanjutnya sekitar pukul 13.51 WIB, rombongan Gubernur, Pangdam dan Kapolda bergerak untuk meninjau sejumlah TPS baik di Mura maupun Muratara.
Di sisi lain, dua dari tiga pasangan calon (Paslon) yang berlaga di Pilkada Kabupaten Mura yakni urut 1 yakni Hj Ratna Machmud berpasangan H M Zabur Nawawi, dan paslon urut 2 yakni H Hendra Gunawan berpasangan Hj Suwarti, saling klaim unggul berdasar hasil real count masing-masing. Sedangkan paslon urut 3 H Zulkarnain-Hj Ratnawati, timnya masih melakukan penghitungan dan belum mengetahui hasil real.
Paslon urut 1 dalam konferensi pers dikediaman Hj Ratna Machmud di Jalan Yos Sudarso tadi malam menyebutkan, berdasarkan hasil real count yang didapat mereka unggul 101.801 suara ata 46,40 persen.
Sedangkan paslon nomor urut 2 yakni 91.235 suara atau 41,58 persen, dan paslon urut 3 yakni 24.112 suara atau 10,99 persen. Sedangkan yang tidak sah 2.250 suara atau 1,03 persen. Untuk C1 belum semua lengkap diterima pihaknya.
“Kita klaim untuk pilkada 2015 kemenangan pada diri kita. Kepada seluruh pendukung 5 partai, terlebih seluruh keluarga, saudara dan teman terima kasih kepada dukungannya semua, terima kasih,” kata Ratna Machmud.
Sementara itu pasangannya yakni Zabur Nawawi menambahkan, dirinya berterima kasih kepada masyarakat Kabupaten Mura yang telah memberikan kepercayaan untuk memegang amanah. “Kami mengajkak tim dan simpatisan untuk mengawal suara sampai penetapan dan pelantikan. Kami berpesan, simpatisan dilapangan untuk tidak bertindak anarkis,” jelasnya.
Ditempat terpisah, kemenangan juga diklaim oleh paslon urut 2 yakni H Hendra Gunawan berpasangan Hj Suwarti. Klaim kemenangan paslon itu disampaikan Gunawan bersama pasangannya di kediamannya di Jalan Arjuna, Kelurahan Marga Mulia, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
“Alhamdulillah kita tadi menunggu dan membandingkan beberapa desk yang ada. Sehingga tidak hanya memegang data kita sendiri, baik dari desk Pemkab maupun dari tim indepent dan dari data kita.
Ada lima pembanding yang kita lihat,” kata Hendra Gunawan. Atas hasil tersebut, Hendra mengungkapkan, pukul 16.00 WIB di posko kemenangan ia dan pasangannya sudah unggul. “Ada yang sampai diatas 3 persen, 5 persen. Insya Allah Hendra Gunawan dan Suwarti nantinya akan menjadi bupati dan wakil bupati mura,” ungkapnya.
Data dari posko paslon 2 pasangan Hendra Gunawan-Suwarti unggul dengan 45,2 persen. Sedangkan aslon urut 1 Hj Ratna Machmud berpasangan H M Zabur Nawawi 42,6 persen, dan paslon urut 3 H Zulkarnain-Hj Ratnawati 12,2 persen. Suara sah 183.729 yang masuk ke data base.
“Saya sampaikan kepada masyarakat mura, saya sangat terharu. Karena mereka masih ada mempunyai hati nurani. Itu yang saya terharu tadi, bukan soal menang kalahnya. Sehingga ini yang menambah saya semangat membangun daerah ini,” ujarnya.
Ditempat lain, suasana lengang terlihat di posko pemenangan paslon urut 3 H Zulkarnain – Hj Ratnawati di Jalan Yos Sudarso, simpang Periuk. Disini satu unit tenda berdiri dan sejumlah kendaraan roda empat parkir dihalaman posko tersebut.
Ditemui di posko pemenangan, H Zulkarnain menjelaskan untuk hitungan sementara pilkada yang diraih ia dan pasangannya masih berlangsung. “Untuk hitungan belum, masih berlansung. Jadi belum mengetahui berapa hasil realnya,” kata Zulkarnain.
Ditanya terkait paslon 1 dan 2 sudah saling mengklaim menang, Zulkarnain menjelaskan pada prinsipnya hal itu hak dan pendapat mereka. “Kita belum pleno. Kalau perkiraan, silahkan saja. Kita tunggu sampai hasil KPU. Sejauh ini enjoy, santai saya,” celetuknya.
Zulkarnain mengungkapkan, hasil pantauan timnya dilapangan selama pelaksanaan pilkada ada dugaan kecurangan. “Sangat mencederai demokrasi. Memberikan satu pelajaran kepada masyarakat yang kurang baik. Karena terjadinya money politik, sudah berapa orang yang tertangkap,” bebernya.
Setelah putusan KPU, kata dia, pihaknya akan menggugat. “Kita gugat dua-duanya. Kita tunjukanlah undang-undang pilkada yang sebenarya biar menjadi pemahaman politik kedepan,” pungkasnya.
Sumber: Palpos (day/yat/Ar)
Editor: A.Aroni
Posted by: Amrizal Aroni
